Tampilkan postingan dengan label PKB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKB. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

Nomor Urut 1 Milik PKB, Cak Imin: Satu Tujuan untuk Indonesia Sejahtera

Jakarta – Bertempat di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi ditetapkan sebagai partai dengan nomor urut 1 (satu, Red) dalam pemilihan umum (pemilu) 2019 mendatang.

Bagi Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Muhaimin Iskandar, nomut urut satu merupakan lambang kekuatan untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera.

“Bersama kekuatan untuk satu kebersamaan. Satu tujuan untuk Indonesia sejahtera,” ujar Muhaimin alias Cak Imin usai pengambilan nomor urut, pada Minggu (18/2) malam di Jakarta.

Cak Imin menambahkan, pengambilan nomor urut ini bisa disebut sebagai petanda memasuki pesta demokrasi yang akan berlangsung satu tahun lagi. Pengundian ini, kata Cak Imin, adalah jalan menuju pesta demokrasi tersebut.

“Pengambilan nomor sebagai tanda kita akan memasuki pesta demokrasi,” katanya singkat.

Saat pengambilan nomor urut, PKB yang diwakili langsung oleh Cak Imin dan Sekjen Abdul Kadir Karding langsung menarik perhatian. Sebab keduanya maju dengan mengenakan pakaian adat. Hal yang sama juga diikuti oleh para kader PKB lainnya. [jurnas.com]
Share:

Minggu, 04 Februari 2018

Deklarasi Tim Pemenangan, Ketum PWI Margiono Kerahkan Ribuan Massa

TULUNGAGUNG - Pasangan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Tulungagung Margiono-Eko Prisdianto menggelar deklarasi tim pemenangan Pilkada 2018. Berlokasi di komplek stadion Rejoagung Kota Tulungagung, paslon yang diusung 9 parpol itu mengerahkan massa besar-besaran.

"Apakah yang di dalam ruangan ini, yang di luar sana dan di rumah siap menjadi kader dan memenangkan Margiono-Eko?, " teriak Margiono seraya disambut tepuk riuh warga yang hadir. Tampil dengan peci hitam, kemeja putih dipadu celana gelap, Margiono terlihat sumringah.

Senyum Ketua Umum PWI itu mengembang tak henti-henti. Begitu juga dengan Eko Prisdianto pendampingnya. Siang itu paslon Margiono-Eko bersama 9 parpol pengusung, yakni PKB, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai Demokrat, PAN, PKS, PPP dan PBB terlihat all out.

Selain massa besar, mereka juga menampilkan sebuah pemandangan panggung yang mewah. Pangung yang lengkap dengan musik orkestra serta kelompok paduan suara. Lagu lagu hit pun tak berhenti berkumandang menyelingi jalannya acara. Termasuk lagu "Jaran Goyang" yang dipopulerkan penyanyi dangdut koplo Nela Kharisma. "Orkestranya bagus. Juga paduan suaranya. Kalau jadi bupati, akan saya bawa ke Jakarta, "janji Margiono disambut tepuk tangan.

Dalam sambutannya Margiono berkali kali menegaskan janjinya siap membawa Tulungagung lebih baik. Atas alasan itu pihaknya mengambil jargon "Tulungagung Lebih Baik". "Ada Jargon "Masuk Pak Eko, Pak Margiono Bupati Tulungagung. Namun jargon resminya "Tulungagung lebih baik," katanya.

Margiono juga menyinggung soal dukungan. Massa yang datang, kata dia merupakan kader pendukung dan simpatisan yang berasal dari berbagai kalangan dan latar belakang. Ibarat pelangi terdiri dari berbagai warna. Juga serupa dengan semangat Bhineka Tunggal Ika.

Menurut Margiono dukungan yang mengalir tidak hanya dari 9 parpol pengusung. Tetapi juga rakyat Tulungagung, yang dalam deklarasi itu dia beri nama Partai Rakyat Tulungagung.

"Dan ini (Partai Rakyat Tulungagung) tidak kalah luar biasa dari partai politik, "jelasnya. Di kesempatan itu Margiono juga menepis isu keroposnya koalisi 9 parpol. Sejumlah parpol dikabarkan berbalik arah mendukung paslon petahana Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo (Sahto).

Margiono menegaskan isu itu tidak benar. "Yang benar koalisi semakin solid dan seluruh kader, pengurus partai dan dewan bergerak untuk pemenangan, "tegasnya. Terkait besarnya massa dalam acara deklarasi ini, Margiono mengatakan, jumlah massa yang hadir ini belum seberapa. Menurut dia pada saatnya nanti jumlah massa yang dikerahkan jauh lebih besar lagi. (nag/sindonews.com)
Share:

Minggu, 07 Januari 2018

Musyawarah Kerja DPC PKB Tegaskan Dukungan ke Margiono sebagai Cabub

TULUNGAGUNG – DPC PKB Tulungagung gelar Musyawarah Kerja di hotel Narita. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu (6/1/2018) dihadiri pengurus DPC beserta banom-banom, dan seluruh Pengurus Anak Cabang se Kabupaten Tulungagung.

Dalam sambutanya, Adib Makarim, selaku ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Tulungagung mengatakan, PKB yang notabenenya partai yang lahir dari NU, menduduki peringakt ketiga di Kabupaten Tulungagung setelah PDIP dan Gerindra.

“Perlu kita ketahui bersama, bahwa PKB di Jawa Timur adalah partai pemenang di antara semua partai. Tapi di kancah nasional, masih masuk jajaran 5 besar,” ungkapnya mengawali sambutannya.

Penduduk Indonesia ada 200 juta lebih. Umat NU sekitar 90 juta pemilih, dan PKB masih memperoleh 10 juta suara. Termasuk di Tulungagung, PKB memperoleh urutan ketiga.

Wakil Ketua DPRD Tulungagung ini berharap wakil-wakil yang ada di DPR lebih banyak. nantinya PKB yang menyuarakan aspirasi warga Nahdiyin yang merupakan mayoritas di Tulungagung. Dia juga memanggil kader-kader terbaik NU di Desa dan Kecamatan mulai hari ini cari calon legeslatif.

“Kita ingin wakil-wakil yang ada di Tulungagung ini muncul dari kader-kader NU, Anshor, IPNU, IPPNU, Fatayat, PMII atau para pengurus NU. Kami tidak puas kalau fraksi ini hanya ada 6 orang saja ujarnya

Dalam musyawarah kerja ini PKB juga menegaskan dukungannya kepada Margiono, "Diforum kali ini kita juga telah menegaskan untuk calon Bupati Tulungagung kita Mendukung, Memenangkan dan Mensukseskan Beliau Bapak Margiono, istilahnya DDC Do'a, Dukung, Coblos. pungkasnya diakir acara [JATIMTIMES]
Share:

Kamis, 05 Mei 2016

Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat Puji Inisiator Nusantara Mengaji

Sidoarjo – PENGASUH Pondok Pesantren (Ponpes) Bumi Sholawat Sidoarjo, KH Agoes Ali Masykur memberikan pujian kepada inisiator Nusantara Mengaji, H Abdul Muhaimin Iskandar yang memiliki ide dan gagasan melakukan khataman Alquran sebanyak 300 ribu kali secara serentak se-Indonesia pada 7-8 Mei 2016.

“Khataman Quran sebanyak 300 ribu kali secara serentak se-Indonesia sungguh-sungguh brilian. Semoga dalam pelaksanaanya tidak ada halangan berarti. Berjalan mulus,” katanya, Selasa (3/5/2016).

KH Agoes pun mengimbau kepada seluruh umat muslim di nusantara untuk turut serta dalam kegiatan bertajuk Nusantara Mengaji ini. Apalagi, ungkap KH Agoes, Nusantara Mengaji bertujuan mendoakan bangsa Indonesia keluar dari persoalan pelik.

“Semoga doa dan permintaan kita pada saat mengaji serentak dikabulkan Alloh. Dan, saya yakin doa mereka-mereka yang melakukan pengajian serentan akan makbul,” ucapnya.

Pernyataan KH Agoes dilontarkan saat ngobrol langsung dengan Inisiator Nusantara Mengaji H Abdul Muhaimin Iskandar, Sekretaris Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faisal Zaini dan para pengurus lainnya.
Share:

Rabu, 04 Mei 2016

Pembukaan Nusantara Mengaji Dipusatkan di Jember

Jakarta - GERAKAN Nusantara Mengaji sudah bergema di seantero Nusantara. Menjelang pembukaan yang akan dipusatkan di Jember, Jawa Timur pada 7 Mei 2016, Panitia Nasional Nusantara Mengaji terus berikhtiar agar pelaksanaan acara Nusantara Mengaji berjalan dengan sukses.

Ketua Koordiator Nasional Nusatara Mengaji, Jazilul Fawaid mengatakan bahwa Nusantara Mengaji dilaksanakan di ribuan titik seluruh nusantara. Namun ada delapan lokasi yang akan dimobilisasi secara maksimal dan dihadiri oleh sejumlah menteri, bupati serta gubernur.

“Pembukaan akan dilaksanakan pada 7 Mei di Alun-alun Jember, Jawa Timur. 30 ribu jamaah akan berkumpul dan mengaji bersama. Mereka adalah jamaah yang berdatangan secara sukarela,” kata Jazilul, Minggu (1/5/2016).

Menurut Jazilul, pembukaan Nusantara Mengaji sekaligus menandai dimulainya khataman Alquran sebanyak 300 ribu kali secara serentak di seluruh kabupaten di Indonesia.

Menurut Jazilul, Jember menjadi tempat dimulainya GNM yang akan diikuti jutaan jamaah yang telah terdaftar di seluruh Indonesia.

Inisiator Gerakan Nusantara Mengaji Abdul Muhaimin Iskandar akan membuka Nusantara mengaji dengan membacakan surat Alfatihah. Setelah itu, kemudian diikuti oleh majelis lain di seluruh Indonesia untuk mengaji bersama.

“Beberapa Dewan Penasehat Nusantara Mengaji juga dijadwalkan hadir, salah Satunya KH Ahsin Sakho Muhammad, Sekretaris Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama,” Kata Jazilul.

Selain di Jember, acara akan juga di gelar di tujuh titik. Yaitu di Masjid Teuku Umar, Banda Aceh yang akan dihadiri oleh Menteri Desa dan dan Transmigrasi Marwan Jafar, sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dijadwalkan akan menghadiri acara Nusantara Mengaji di Pesantren Al Falah, Banjar Baru.

Di Brebes juga acara digelar di Pesantren Salafiyah Luwung Ragi, Bula Kamba yang rencananya dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Telekomunikasi Rudiantara. Di Kudus akan diadakan di Pesantren Tahfizh Yanbu’ul Qur’an di Jalan KH Muhammad Arwani.

Sementara itu, Menteri Pendidikan tinggi Riset dan Teknologi Ristek M Nasir dijadwalkan menghadiri beberapa titik, di antaranya Masjid Nurul Hasanah, Medan pada 8 Mei pukul 10.00 pagi dan di Univeritas Panca Budi pukul 12.00 Medan.

Jazilul yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Alquran Jakarta ini mengajak semua elemen masyarakat untuk turut serta menyukseskan Gerakan Mengaji untuk keberkahan dan keselamatan bangsa.

Menurut Jazilul, ada dua cara perekrutan peserta perhelatan ini, yaitu melalui offline dan online. Perekrutan offline dilakukan oleh seluruh panitia yang sudah terbentuk di 400 kota/kabupaten. Dari perekrutan offline itu ditargetkan mencapai 300 ribu khataman.

Sedangkan perekrutan online bertujuan menjaring seluruh masyarakat yang belum terjangkau oleh panitia di tingkat daerah.

“Jadi 300 ribu kali khatam itu saat ini sudah hampir terpenuhi melalui perekrutan offline. Sedangkan peserta yang mendaftar secara online adalah nilai tambahan bagi kami sehingga kami pastikan Gerakan Nusantara Mengaji akan mengkhatamkan Alquran lebih dari 300 ribu kali. Saat ini peserta yang mendaftar secara online sudah mencapai 30 ribu jamaah,” tutur Jazilul.

Bagi masyarakat yang akan ikut serta agar mendaftarkan diri secara online melalui web resmi Gerakan Nusantara Mengaji yakni www.nusantaramengaji.com.
Share:

Jumat, 01 April 2016

PKB Gelar Nusantara Mengaji

SURABAYA – Serangan ideologi mulai dari pemikiran radikalisme, terorisme, hingga persoalan LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) yang masih mengancam Indonesia, mendapat perhatian serius DPP PKB. Agar Indonesia terbebas dari persoalan tersebut, DPP PKB menginstruksikan ke seluruh DPW PKB hingga tingkat ranting menggelar khataman Alquran 300 kali se-Indonesia.

Kegiatan yang diberi tema “Nusantara Mengaji untuk Keselamatan dan Keberkahan Bangsa” ini akan digelar mulai 7-8 Mei mendatang. “Kita (DPW PKB Jatim) telah menerima surat dari Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar untuk menggelar Nusantara Mengaji. Kegiatannya nanti mulai 7 – 8 Mei mendatang di seluruh Indonesia,” ujar Sekretaris Fraksi PKB DPRD Jatim, Chusainuddin Bolkiah, di Surabaya, Minggu (27/3) kemarin.

Lebih jauh, politisi yang juga menjabat Sekretaris DKW Garda Bangsa Jatim ini menjelaskan, dalam kegiatan Nusantara Mengaji tersebut, nantinya semuanya menanggalkan atribut yang dimiliki masing-masing peserta Nusantara Mengaji. “Meski yang menggelar PKB, namun semuanya boleh ikut khususnya warga Nahdliyin. Tak perlu pakai embel-embel parpol atau ormas lainnya, semuanya satu yaitu NU,” tegas Chusainuddin.

Diakui Chusainuddin, kegiatan Nusantara Mengaji ini merupakan upaya dari DPP PKB untuk meminta pertolongan dari Allah, agar bangsa ini dijauhkan dari segala bala’ dan cobaan, serta diberi kekuatan untuk mengatasi segala macam persoalan yang dihadapi oleh bangsa. “Sebagai bangsa yang relegius, maka sudah sepatutnya jika menghadapi ujian dan cobaan harus dikembalikan kepada Allah karena Dialah sang pemilik dunia dan seisinya,” pungkasnya. (ud/duta.co)
Share:

Rabu, 30 Maret 2016

PKB Gelar Musabaqoh Kitab Ihya Umuluddin

Jakarta - Bagi sebagian besar umat Islam Indonesia selama ini hanya paham bahwa kitab karya monumental Al Ghazali hanya bicara soal ajaran tasawuf saja. Banyak Muslim tidak tahu kitab ini juga berisi berbagai kajian mengenai kehidupan soal politik kenegaraan.

‘’Kami akan menggelar musabaqoh kitab kuning. Untuk kali ini kitab yang akan dibahas adalah kitab Ihya Umuluddin, karya Al Ghazali. Kitab ini sangat fonumenal sehingga publik secara luas perlu memahaminya,’’ kata Ketua Panitia Pengarah Musabaqoh Kitab Kuning DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq, di Jakarta, Senin sore (21/3),

Menurut kibat kuning itu adalah dasar kazana keilmuan yang selama ini dikaji oleh pesantren. Untuk itu umat Islam harus tetap mengkajinya secara serius. Khusus untuk kibat Ihya Umuluddin makin terasa perl dipelajari terutama untuk mengetahui bahwa perjuangan umat Islam itu tak hanya mengisi jiwa saja, tapi juga mengisi batin manusia.

‘’Di dalam kitab Al Ghazali disebutkan pemerintahan itu penting. Tapi tak hanya sekedar dijadikan alat permainan politik kekuasaan saja, tapi juga sebagai alat perjuangan batin untuk menegakan keadilan. Ktab Ihya Umuluddin ini adalah salah satu kitab rujukan pendidikan i pesantren,’’ kata Maman.

Sedangkan Ketua Panitia Penyelenggara Musabaqah Kitab Kuning, Syaikhul Islam menambahkan, lomba itu bisa diikuti santri berusia 17-25 tahun dari seluruh pondok pesantren yang berhaluan ahlussunnah wal jamaah di Indonesia. “Syaratnya, santri yang menjadi peserta harus mendapatkan rekomendasi dari pengasuh pondok pesantren,” tegasnya.

Ia menjelaskan, masa pendaftaran Musabaqah Kitab Kuning berlangsung sejak 14 Maret hingga 30 Maret yang akan datang. Selanjutnya ada tahap penyisihan pada 1-7 April 2016.

Menurutnya, ada 31 pondok pesantren tua di 20 provinsi yang menjadi lokasi tahap penyisihan. “Untuk babak penyisihan akan diadakan di 31 pondok pesantren tua yang selama ini menjadi rujukan keilmuan ulama-ulama se-Nusantara. Sedangkan untuk tahap final akan digelar di Graha Gus Dur yang menjadi kantor DPP PKB di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada 12-13 April 2016 mendatang.

Mengeai total hadiah panitia menyiapkan penghargaan berupa uang hingga Rp 200 juta, tiket umrah, ziarah ke makam Imam Ghazali, serta bantuan biaya pendidikan.

Sumber : http://khazanah.republika.co.id/
Share:

Rabu, 02 Maret 2016

Cak Imin Ingatkan Masyarakat Soal Tanggap Bencana

Jakarta - KETUA Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk mulai melakukan antisipasi dan tanggap terhadap bencana alam.

"Seperti biasa, tiap awal tahun sering terjadi bencana alam hampir di seluruh Indonesia. Kita harus mulai melakukan antisipasi dan tanggap terhadap bencana alam," katanya, Selasa (1/3/2016).

Cak Imin sapaan akrab H Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan, manusia bagian dari alam yang harus hidup harmonis sebagai kodrat. Sebab, bencana dan nikmat jadi dua sisi mata uang.

"Semua sudah paham, Indonesia negeri rawan bencana. Gempa, banjir, longsor lumrah terjadi. Belum lagi bencana buatan kita, seperti kebakaran hutan, wabah penyakit, kegagalan teknologi, konflik sosial. Semua butuh antisipasi," ujarnya.

Kata Cak Imin, Indonesia memang memiliki relawan tanggap terhadap bencana yang punya sistem penanggulangan untuk antisipasi bila ada kejadian bencana. Bahkan, dalam ketatanegaraan Indonesia sudah ada Badan Penanggulangan Bencana Nasional sesuai Undang-undang (UU) No.24/2007 tentang Penanggulangan Bencana.

"Tapi yang perlu dicatat, tiap tahun bencana alama (banjir, red) bukan menurun. Justru skalanya makin eskalasi dan memerlukan bantuan semua pihak. Kita harus siap-siap untuk tanggap bencana sebagai usaha meningkatkan ketahanan masyarakat dalam hadapi ancaman bencana," katanya.

Cak Menuturkan, sebagai organisasi masyarakat, kader PKB seharusnya sudah paham dengan resiko bencana yang ada di sekitarnya.

"Resiko bencana terkait dua hal. Kerentanan masyarakat dalam antisipasi bencana dan ancaman resiko bencana di daerah itu sendiri," ujarnya.

Lebih lanjut Cak Imin berkata, berdasarkan pengalaman di lapangan. Hal tak kalah penting dalam mengurangi resiko bencana adalah kepemimpinan

"Kepemimpinan bisa formal atau struktural. Tapi yang penting pemimpin bisa menjalin pola hubungan dengan semua pihak dalam tanggap bencana itu sendiri," katanya. (dpp.pkb.or.id)
Share:

Jumat, 30 Oktober 2015

DPP Peremp‎uan Bangsa Kirimkan Bantuan Obat-obatan Untuk Korban Asap

Palangkaraya - DEWAN Pengurus Pusat (DPP) Peremp‎uan Bangsa (PB) kirimkan bantuan obat-obatan, vitamin, tabung oksigen dan masker bagi korban asap di Palangkaraya dan Kapuas. Bantuan diterima langsung Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Kami sangat senang dengan kedatangan anggota DPP Perempuan Bangsa dan‎ Forum Silaturahim Istri Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FSI F-PKB)‎ yang perhatian dengan kondisi korban kabut asap di Kalteng," kata Ketua DPW PKB Kalteng, HM Asera, Kamis (29/10/2015).
‎

Kata Asera, bantuan ini selanjutnya akan diserahkan ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Dengan begitu, puskesmas dapat melayani korban asap lebih banyak lagi. Ia menambahkan, organisasi wanita dari PKB ini tidak saja memberikan bantuan ke puksesmas di Palangkaraya saja, tetapi juga di Dadahub, Kabupaten Kapuas.

"Ini wujud ril bantuan dari pusat kepada daerah, selama ini, saya marah, karena saat kabut asap pekat menyelimuti Palangkaraya, khususnya, tetapi bantuan dari pusat terkesan lambat, malah yang diutamakan di daerah lain, padahal Kalteng paling parah terkenda dampaknya, sekali lagi saya sangat senang dengan perhatian DPP Perempuan Bangsa untuk warga Kalteng," tandasnya.

Sumber: pkb.or.id | Kamis 29 Oktober 2015
Share:

PKB Difitnah Lakukan Pemerasan

Jakarta - PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali diterjang fitnah. Kali ini kader partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) itu difitnah melakukan pemerasan saat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melakukan rekrutman pendamping desa.

"Sudah dapat dipastikan bahwa itu fitnah, dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dan itu jelas itu bukan kader PKB," tegas Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, Senin (26/10/2015).

Menurut Marwan, dari pertama program ini digulirkan kementeriannya, ia sudah mewanti-wanti agar proses rekrutmen pendamping desa dilakukan secara profesional. Bahkan, proses rekrutmen harus dilakukan secara terbuka agar bisa diawasi semua pihak.

"Untuk kesekian kalinya, saya mohon dan mengajak semua elemen masyarakat ikut mengawasi proses seleksi dan laporkan jika terjadi kejanggalan. Intinya proses ini harus transparan. Bahkan kita berinisiatif melakukan rekruitmen secara online agar bisa dikontrol semua pihak," katanya.

Kata Marwan, ia sudah menelusuri kasus tersebut. Hasilnya, kata dia, modus seperti itu dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab. Oknum itu mengadakan pelatihan pendamping desa atas nama Kementerian Desa. Peserta disuruh bayar dan membuat surat pernyataan gajinya mau dipotong untuk PKB.

"Saya akan mengambil tindakan tegas jika memang ada pelanggaran seperti yang diberitakan di beberapa media online. Selama ada bukti kuat, kita siap menindak," katanya.

Sumber: pkb.or.id | Senin 26 Oktober 2015
Share:

Selasa, 20 Mei 2014

JK Figur Komplit NU-PKB

Jakarta-Pilihan capres Joko Widodo dengan meminang Jusuf Kalla (JK) sebagai cawapres pada Pilpres 2014 banyak diacungi jempol berbagai pihak. Sikap kenegarawanannya dinilai bakal mendukung Indonesia menjadi lebih baik.

"Saya pikir itu pilihan tepat. Kak Ucu (panggilan JK di Makassar,-red) sangat senior, sangat berpengalaman, pemimpin berkelas dunia. Lihatlah track record-nya di perdamaian Poso dan Helsinki, sedikit orang yang bisa lakukan itu," ungkap Sekretaris Dewan Syura DPP PKB Andi Muawiyah Ramly, Senin (19/5/2014).

Bang Andi, melihat terpilihnya JK akan memudahkan komunikasi di kalangan PKB dan NU. Sosok wapres di Kabinet Indonesia Bersatu I tersebut dianggap sebagai representasi NU-PKB karena memang antara PKB- JK terhubung sangat dekat.

Penulis buku Peta Pemikiran Karl Marx ini menjamin, soal identitas ke- NU-an JK tidak lagi perlu dipertanyakan. JK terlahir dari seorang ayah yang hingga wafatnya masih menjabat sebagai Bendahara PWNU Sulsel.
"Sosoknya lengkap dan sangat memenuhi syarat dari berbagai ranah kemodernan maupun ketradisonalan NU ada pada beliau. Menyebut JK sama juga menyebut dengan tokoh NU Indonesia," kata Bang Andi.

Sumber: pkb.or.id
Share:

Jokowi-JK Resmi Deklarasi di Gedung Joang

Jakarta - Duet Jokowi-JK resmi dideklarasikan. Jokowi mengumumkan cawapresnya itu di depan pimpinan parpol koalisi dan ratusan pendukungnya di Gedung Joang.

"Setelah melalui perenungan-perenungan dan setelah melalui konsultasi dan pertimbangan pertimbangan dengan seluruh ketua partai pendukung PDIP, Partai NasDem, PKB, dan Partai Hanura dan khususnya juga pertimbangan dari Ibu Megawati Soekarnoputri. Tadi malam telah kita putuskan wakil presiden atau calon wakil presiden yang akan mendampingi saya adalah Bapak Drs H Muhammad Jusuf Kalla," kata Jokowi dalam pidato politik pendeknya di Gedung Joang, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014).

Jokowi dan JK berdiri bersebelahan dengan latar belakang bendera merah putih. Keduanya mengenakan kemeja putih lengan panjang.

Jokowi yakin bersama JK bakal membawa perubahan bagi Indonesia. "Kita mempunyai keyakinan insya Allah kami berdua akan membawa gerakan perubahan di negara yang kita cintai ini. Terimakasih," tutup Jokowi.

Keduanya kemudian mencium bendera merah putih.

Sumber: detikNews | Senin, 19/05/2014
Share:

Minggu, 12 Januari 2014

Bos Lion Air Bergabung ke PKB

Jakarta - Bos maskapai Lion Air Rusdi Kirana resmi mendampingi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sebagai Wakil Ketua Umum PKB. Restu dari para kiai memantapkan langkah sang taipan masuk ke dalam partai bentukan Gus Dur ini.

"Rapat pleno DPP PKB, setelah mempertimbangkan berbagai aspek sosial, politik, budaya, masukan para kiai, pengurus besar PKB, bapak Said Aqil Siroj. Rapat memutuskan pak Rusdi Kirana sebagai wakil ketua umum PKB," kata Cak Imin di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh Nomor 9, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2014).

Masuknya Rusdi seperti membuka era baru bagi Green Party yang meminang tokoh di luar struktur organisasi. Beberapa alasan menjadi penguat orang terkaya nomor 33 dari 40 orang terkaya di Indonesia tahun 2012 ditunjuk sebagai orang kedua Cak Imin.

Kesibukan Cak Imin sebagai Menakertrans membuatnya butuh sosok yang bisa mewakili dirinya dalam menjalankan kegiatan kepartaian. Selain itu, pemilik aset kekayaan sekitar 900 juta dollar AS per 2012 ini diharapkan bisa bersama-sama mengembangkan PKB, terutama jelang Pemilu 2014.

"Pak Rusdi ingin memperjuangkan NU dan PKB, meneruskan cita-cita Gus Dur. Karena itu, sebagai pengagum Gus Dur, maka Pak Rusdi ingin masuk ke PKB. Dengan masuknya Pak Rusdi ke PKB, kita berharap kemenangan PKB di 2014 dan melakukan perbaikan untuk Indonesia," jelas Cak Imin.

Sumber: PKB Online
Share:

Kamis, 09 Januari 2014

Caleg PKB Harus Edukasi Calon Pemilih

Jakarta - Calon legislator Partai Kebangkitan Bangsa yang mulai bergerak ke daerah-daerah pemilihan di awal tahun 2014 dituntut melakukan edukasi politik. Bukan semata-mata memperkenalkan profil diri saja ke tengah calon pemilih.

"Caleg dan seluruh struktur PKB adalah bagian penting dari suksesnya pemilu, turun, dan sapa pemilih, lakukan edukasi politik, tingkatkan partisipasi pemilih serta sampaikan pada masyarakat caranya memilih di pemilu nanti," kata Ketua LPP DPP PKB Saefullah Maksum pada awak media www.dpp.pkb.or.id, Jum'at (3/1/2014) di Gedung Graha Gus Dur, Kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh No. 9, Jakarta Pusat.

Kepada para caleg, Saefullah mengingatkan untuk aktif turun langsung. Bukan hanya sosialisasi caleg, namun juga melakukan simulasi pencoblosan sebagai bagian dari edukasi politik pada masyarakat.

Cara tersebut dinilainya akan lebih efektif lagi jika para caleg terus bersinergi dengan seluruh keorganisasian PKB ataupun NU dan badan otonomnya. Pelaksanaan pemilu legislatif pada 9 April 2014 yang kian dekat memang membutuhkan kinerja kompak di setiap lini dukungan. "Tidak ada lagi waktu bersantai ria, kerja kerja dan kerjalah," tegas Saefullah.

Sumber: dpp.pkb.or.id
Share:

Selasa, 30 April 2013

Dari 28 Legislator PKB, 3 Orang Tidak Nyaleg Lagi

Jakarta - Sebanyak 90 persen kader Partai Kebangkitan Bangsa yang kini menjabat sebagai anggota DPR dipastikan akan kembali mencalonkan dirinya. Dari 25 lagislator hanya tiga orang yang tidak kembali berlaga pada Pemilu 2014.

“Hampir semuanya maju kembali pada Pileg 2014 mendatang, hanya 3 orang saja yang tidak maju kembali karena faktor masalah kesehatan,” ungkap Ketua Dewan Pengurus Pusat PKB, Marwan Ja’far, Senin (29 April 2013).

Marwan menambahkan, tidak majunya kembali tiga kader PKB telah melalui pertimbangan matang. Bukan karena faktor lain, tapi murni karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

“Pertimbangan mereka tidak nyalon lagi sudah dipikirkan masak-masak karena faktor kesehatan yang tidak memungkinkan,” jelasnya.

Berdasarkan data daftar caleg sementara yang telah disetorkan ke KPU, PKB mengusung 560 nama caleg yang terdiri atas 351 caleg pria dan 209 caleg perempuan atau sekitar 37,3 persen. Dengan jumlah tersebut maka semakin jelas bahwa PKB merupakan salah satu partai yang juga paling banyak mengusung caleg perempuan.

Sumber: dpp.pkb.or.id | 29.04.2013
Share:

Rabu, 08 Agustus 2012

Survei: elektabilitas PKB urutan ke-4

Jakarta - Hasil survei dari Lembaga Survei Trust Indonesia (LSTI) menyebutkan elektabilitas atau tingkat kepuasaan publik atas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menduduki urutan ke-4 atau perolehan suara 6,2 persen dari responden, sedang urutan kesatu diraih Partai Golkar (13,5 persen), kedua Partai Demokrat (11,6 persen) dan ketiga PDIP (9,7 persen).

Direktur LSTI Zudan Rosyidi kepada pers di Jakarta, Selasa sore, mengatakan, tingkat elektabilitas urutan kelima diraih Partai Gerindra (5,2 persen), kemudian keenam Partai NasDem (4,9 persen) dan ketujuh PKS (4,1 persen).

Partai pendatang baru, Partai NasDem memperoleh 4,9 persen atau mengungguli partai pendahulunya seperti PPP (3,4 persen), PAN (3,2 persen) dan Hanura (1,7 persen), kemudian PKNU (1,3 persen), partai lainnya (2,2 persen), sedang tidak menjawab (33 persen).

Zudan menjelaskan, survei LSTI dilaksankan pada 8--22 Juli 2012 di 33 provinsi se-Indonesia. Survei itu mengambil 200 sampel desa dengan menggunakan metode multistage random sampling. Dengan perbandingan sample rural-urban (65 persen-35 persen) dan gender laki-perempuan (50-50 persen). Tingkat kesalahan sekitar 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen terhadap responden 1.996 orang.

Menurut dia, persentase tersebut berdasarkan pertanyaan kepada responden yaitu apabila pemilihan umum dilakukan pada hari ini. maka Partai Golkar mendapatkan 13,5 persen suara atau urutan pertama, menyusul kedua Demokrat (11,6 persen). Posisi ketiga diduduki PDIP (9,7 persen), keempat PKB (6,2 persen), kelima Gerindra (5,2 persen), keenam NasDem (4,9 persen) dan ketujuh PKS (4,1 persen).

"Tingkat persentase ini, ada kaitannya pada kasus korupsi. Hasil survei menyebutkan 80 persen lebih responden menurunkan dukungan kepada parpol karena alasan korupsi," kata Zudan.

Zudan menambahkan, kasus korupsi berpengaruh pada penurunan beberapa partai yang terindikasi terkena korupsi.

Sumber: ANTARA News | Selasa, 7 Agustus 2012
Share:

Jumat, 27 Juli 2012

PKB Minta Uang Rp43 Triliun Milik Jamaah Haji Dikembalikan

JAKARTA - Keberadaan uang sisa simpanan calon jamaah haji (Calhaj) selalu menjadi dilema bagi penyelenggara haji. Dalam kaitan ini, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Prof Ali Maschan Moesa, menilai perlu ada fatwa ulama untuk menengahi pro kontra yang terjadi.

Fatwa ini diperlukan untuk menjawab pertanyaan apakah uang tersebut sebaiknya dikembalikan kepada jamaah haji atau dimanfaatkan untuk keperluan umat. "Masalah uang tersebut selalu problematis. Padahal dari sisi agama, uang simpanan yang kini besarannya mencapai Rp43 triliun itu titipan dari para jamaah haji," ujar Ali Maschan di Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Pernyataan ini ditegaskannya terkait rencana Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu yang menginginkan pengembalian uang sebagai hak jamaah. Atau uang itu dimanfaatkan untuk membentuk unit pemberdayaan ekonomi rakyat.

Selama ini, ujar Ali Maschan, ratusan ribu jamaah tiap tahunnya menitipkan uang pada penyelenggara haji. Namun, tidak ada akad bunga atas uang tersebut. Begitu pula perjanjian pemanfaatan atas sisa simpanan yang terkumpul tiap tahun itu.

"Ide Pak Anggito pada dasarnya bagus. Tapi dari sisi agama perlu ada izin dari pemilik uang itu, apakah dibagi atau dimanfaatkan untuk yang lain. Karena saat mereka melunasi uang ibadah haji ada faktor kepercayaan atau amanah pada penyelenggara untuk mengelola uang yang diniatkan untuk ibadah itu," tegas Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Meski ide untuk membagikan atau memanfaatkan untuk hal positif dilandasi kemaslahatan umat, Ali Maschan meminta Kemenag membuka jalur diskusi dengan Komisi VIII DPR terlebih dahulu.

Apalagi aspek ibadah memerlukan persetujuan secara hukum Islam dari Majelis Ulama Indonesia. Serta harus dikaji dari segala sisi kemasyarakatan. "Lebih baik meminta fatwa ulama terlebih dulu untuk menghindari pro kontra," tegas Ali Maschan.

Sebelumnya Anggito Abimanyu yang dilantik medio Juli 2012 lalu di jajaran eselon tiga Kemenag berniat mereformasi pengelolaan ibadah haji secara proporsional. Menurutnya, setiap tahun calon jamaah haji menyetor uang dan selalui ada sisa hasil simpanan. Seperti pada 2011 yang mencapai Rp15 triliun dan pada 2012 mencapai Rp19 triliun.

"Sama saja kita berutang pada masyarakat. Setidaknya kita bisa mengembalikan pada tiap jamaah haknya Rp6-Rp8 juta atau memanfaatkannya untuk program pemberdayaan ekonomi umat," cetus Anggito.

Sumber: PKB Online | Kam, 07/19/2012
Share:

Senin, 09 Juli 2012

KH Sahal Mahfudz Tegaskan PKB Anak Kandung NU

Jakarta - Fakta sejarah yang menyatakan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merupakan akan kandung Nahdatul Ulama (NU) semakin mencuat.

Dalam pertemuan dengan Ketua Dewan Syuro PKB KH M Abdul Azis Mansyur, Rois Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudz mengakui bahwa PKB merupakan anak kandung NU.

“Karena itu, beliau (KH Sahal Mahfudz) meminta PKB lebih mandiri dalam pentas politik nasional,” ujar anggota Dewan Syuro DPP PKB KH Maman Imanulhaq yang ikut hadir dalam silaturahim di Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, Jawa Tengah, Sabtu (7/7/2012).

Pertemuan antara KH Sahal Mahfudz dan KH M Abdul Azis Mansyur berlangsung selama satu jam, mulai dari pukul 09.00 WIB sampai 10.00 WIB. Dalam kesempatan ini, KH Sahal Mahfudz di dampingi Gus Rojin abdul Ghoffar dan KH Azis Masnyur di dampingi Abdul Haris.

KH Maman Imanulhaq menjelaskan, silaturahim berlangsung sangat hangat. Di awal pembicaraan, KH Azis Mansyur menyampaikan bahwa silaturahim ini merupakan bentuk peneguhan kembali komitmen PKB sebagai sayap politik NU. Artinya, PKB siap melayani NU, ulama, kaum santri, dan pesantren. “Beliau juga meminta petunjuk kepada KH Sahal Mahfudz tentang bagaimana gerak PKB ke depan,” tuturnya.

Selaku tuan rumah, KH Sahal Mahfudz berpesan silaturahim di antara nahdliyin harus senantiasa digalakkan karena menjadi bagian dari ruh NU. Beliau juga menegaskan bahwa pekerjaan besar PKB adalah mengembalikan nilai-nilai perjuangan.

Guna mewujudkan semua itu, menurut KH Sahal Mahfudz, para pengurus PKB harus senantiasa menjalin komunikasi secara intens dengan PBNU dan para ulama dalam setiap gerak dan langkahnya. “Menurut beliau, semua persoalan di Senayan seyogyanya selalu dikonsultasikan dulu dengan para ulama,” ujarnya.

Kendati demikian, menilik perjalanan PKB selama hampir 14 tahun, KH Sahal Mahfudz menegaskan partai berlambang bintang sembilan itu sudah mengalami banyak kemajuan. Baik dalam hal struktur, infrastruktur, kedewasaan berpolitik, serta program-program kerjanya.

Di penghujung pembicaraan, KH Maman Imanulhaq mengungkapkan silaturahim antara KH Azis Mansyur dengan KH Sahal Mahfudz menghasilkan sejumlah kesepahaman. Di antaranya, komitmen PKB untuk senantiasa mengkomunikasikan kegiatan-kegiatannya ke PBNU, khususnya kepada Rois Aam PBNU.

Laporan kegiatan PKB, menurut dia, secara berkala akan disampaikan setiap dua bulan sekali ke PBNU dan KH Sahal Mahfudz. “Insya Allah silaturahim akan dilakukan secara berkala,” tutupnya.

Sumber: PKB Online | Sab, 07/07/2012
Share:

Minggu, 13 Mei 2012

Ketua Umum DPP PKB Buka Acara Bimtek DPRD Jatim

Jakarta – Adanya Permendagri No. 57 Tahun 2011 tentang penguatan tugas DPRD kabupaten/kota yang dipandang perlu dan sangat penting, maka Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) yang bekerjasama dengan Dewna Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa timur menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan orientasi serta pendalaman tugas bagi anggota DPRD nya untuk wilayah provinsi Jawa Timur.

Tertuang dalam Permendagri No. 57 Tahun 2011 tersebut, bahwa Sekretaris Dewan (Sekwan), Parpol Dan Perguruan Tinggi dapat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek),

Acara yang digelar di Twin Plaza Hotel, Jl. S Parman Kav. 93 – 94, Jakarta Barat tersebut dilaksanakan selama empat hari, yang dimulai dari tanggal 7 – 10 Mei 2012 tersebut mengusung tema, “Menyusun APBD-Perubahan Pro-Rakyat.”

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Ketua Umum DPP PKB H. A Muhaimin Iskandar, yang didampingi oleh Sekjen DPP PKB H. Imam Nahrawi, Ketua DPW PKB Jatim Drs. H Abdul Halim Iskandar, Mpd,

Selain itu juga tampak hadir dalam acara tersebut Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPR RI Marwan Ja’far, Ketua Komisi VIII DPR RI Hj, Ida Fauziyah, dan Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPP PKB Syaifullah Ma’sum.

Dalam sambutannya Ketua Umum DPP PKB yang juga menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) tersebut mengatakan, bahwa Bimtek tersebut dipandang sangat penting untuk membangun kekuatan politik yang pro rakyat, hal tersebut dikarenakan , politik merupakan senjata untuk menghadapi segala situasi yang dipandang sangat sulit, mengingat bahwa aktivitas politik dari jaman ke jaman selalu dipandang sebagai sebuah kondisi yang sangat logis.

“Kakek saya,ayah saya, sama sekali tidak ada yang bercita-cita untuk menjadi politisi namun pada kenyataanya, hal itu malah berkembang menjadi sebuah kekuatan politik. Dari kekuatan politik itulah ayah saya tidak pernah mengikuti kuliah politik, beliau hanya mondok dan ngajar ngaji namun dari situ menjadi kekuatan politik, hal ini sangat perlu karena kita berangkat dari sana yakni dari nilai spiritual belaka namun dilandasi oleh tahapan-tahapnnya. Saya yakin bahwa kiai bisri, Kiai Wahab dan kiai Hasyim, dalam menghadapi situasi yang mana mengharuskan untuk berpolitik karena politik adalah kondisi logis. Nah dari situlah yang disebut dengan pro rakyat, APBN , UU bergantung kepada jiwa yang melingkupi pada roh perjuangan”.

Ditegaskan oleh Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin, bahwa kita sebagai generasi muda memang memiliki potensi dan kesempatan untuk melakukan aktivitas politik guna memperjuangkan kepentingan rakyat bersama-sama.

“Hari ini kita hadir dan berkesempatan untuk turut mewarnai dunia politik di Indonesia, saat ini adalah era yang sangat kritis apalagi usia reformasi mulai setengah massa, saat ini adalah era dimana kita mempunyai kesempatan untuk ikut mewarnai dalam percaturan kebangsaan. Yang ingin saya kemukakan dari pemetaan sosiologis yang kokoh, kondisi sosiologis yang ketaatan yang tinggi, namun ketaatan yang lebih kepada perkembangan yang tinggi, ditengah perubahan itu belum ada solusi dari keterpecahan dan belum terkelola dengan modern”.

Cak Imin mencontohkan terkait dengan perubahan dan perkembangan modernisasi yang belum terkelola dengan baik dan masih dipandang sebelah mata.

“Contohnya Laziz NU adalah kekutan modern yang paling lemah. Sebuah solidaritas yang terancam dalam NU. Saya hanya ingin menarik sedikit kebelakang bahwa apa yang kita lakukan bukanlah sesuatu yang bebas nilai namun berkaitan ekonomi yang masih berada pada nilai marginal”.

Kembali Cak Imin mengaskan bahwa PKB akan selalu siap untuk mengawal perubahan ekonomi dan politik yang lebih pro rakyat terkait dengan diberlakukannya perubahan ekonomi dan APBN serta APBD,

Selain itu, Cak Imin juga mengajak kepada seluruh politisi PKB untuk dapat membangun kekuatan politik yang lebih kuat guna menuju perubahan demi kesejateraan rakyat, tentunya dengan usaha dan do’a.

“Perubahan APBN dan APBD akan terus kita dorong, PKB punya kans untuk hal itu, karena PKB belum menjadi kekuatan dalam satu kekuatan. Problemnya adalah, kita harus mempunyai kekuatan yang sama dan solid. Oleh karena itu mari kita sampaikan pada rakyat, bahwa kami akan siap untuk mengelola negara ini, bila PKB diberi kesempatan. Antara takdir dan doa usaha berada diposisi tengah. Kita harus mulai berfikir bahwa PKB tidak hanya mengurus pemilu saja, akan tetapi juga mulai berfikir tentang keadaan. Saya berfikir tidak boleh kedepannya nanti APBN dan APBD kita tidak dapat dinikmati oleh masyakat.”

Cak imin menilai, bahwa kekuatan partai harus disusun lebih kuat, dan inti dari kekuatan partai adalah kuatnya struktur partai.

” Kekuatan ujung tombak kita ada di struktur partai. Saya sudah minta kepada ketua DPW dan dilanjutkan DPC minimal ada 10 mubaligh yang terbaik di kabupatennya. Karena pada sisi tersebut kekuatan struktur dan kultural menjadi kekuatan yang sangat kuat bagi PKB.” pungkasnya.

Dalam acara tersebut dibuka secara simbolik oleh Ketua Umum DPP PKB dengan pemukulan gong. Bimtek tersebut diikuti oleh peserta yang semuanya adalah anggota DPRD dan DPC PKB jatim, Dengan peserta sebanyak 256 yang berasal dari seluruh provinsi,kota dan kabupaten yang ada di Jatim. (vie/lie)

Sumber: http://www.dpp.pkb.or.id | Jumat, 11/05/2012
Share:

Kamis, 02 Februari 2012

DPC PKB Tulungagung Peduli dan Tanggap Bencana

Tulungagung – Cuaca dan kondisi alam yang kian hari semakin ekstrem yang disinyalir karena adanya pemanasan global, membuat banyaknya bencana yang terjadi di wilayah Indonesia.


Belum lama ini telah terjadi musibah angin puting beliung yang telah memporak – porandakan sebagian Desa Tiudan Kecamatan Gondang, yang menyisakan kesedihan bagi Ibu Yaminah, seorang nenek usia 75 tahun. Dimana rumah nenek Yaminah tersebut luluh lantak diterjang angin tersebut, melihat kondisi demikian Pengurus Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Tulung Agung selasa (31/01) kemarin, dengan sigap berusaha untuk meringkankan derita dari nenek tersebut.

PKB, yang merupakan partai yang memiliki program Green party ini secara langsun g memberikan bantuan berupa puluhan sak semen dan uang tunai yang secara langsung diserahkan oleh Ketua DPC PKB Tulungagung, Adib Makarim MH kepada Ibu Yaminah di lokasi bekas bangunan rumahnya yang sudah rata dengan tanah.

Dalam acara seremoni pemberian bantuan tersebut Nampak hadir sejumlah pengurus DPC PKB, yang diantaranya yakni Wakil Ketua Dewan Syuro Kyai Turmudzi, Sekretaris Dewan Syuro H Abu Said, Wakil Sekretaris Dewan Syuro H Imam Turmudzi, Sekretaris Dewan Tanfidz H Achmad Syafii, Bendahara Dewan Tanfidz Kamim, Ketua PAC Gondang Khadam, tokoh masyarakat setempat dan perangkat Desa Tiudan.

Dikatakan oleh Ketua DPC PKB Tulungagung Adib Makarim MH, bantuan yang telah diberikannya tersebut merupakan salah satu bentuk dari partisipasi dan kepedulian DPC PKB terhadap korban bencana.

“Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Yaminah dalam memperbaiki rumah. Dan sebagai sesama umat kita memang berkewajiban untuk saling bahu membahu.”terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Yaminah yang merupakan janda enam anak ini dengan rasa haru mengucapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang telah diberikan DPC PKB Tulungagung.

“Terima kasih pak, terima kasih,” tutur Ibu Yaminah didampingi salah seorang anaknya.

Sebagai perwujudan rasa syukur yang medalam, kegiatan tersebut pun diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Wakil Ketua Dewan Syuro DPC PKB Tulungagung yakni Kyai Turmudzi. Dikatakan oleh Kyai Turmudzi dalam do’anya, semoga korban yang tertimpa musibah tersebut diberikan ketabahan dan lebih tegar dalam menghadapi segala musibah.(lie)

Sumber: dpp.pkb.or.id |
Share: