Tampilkan postingan dengan label Resolusi Jihad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resolusi Jihad. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2011

Resolusi Jihad 1945 layak masuk sejarah NKRI

Jakarta (ANTARA News) - Momen Resolusi Jihad yang mengobarkan peristiwa perang 10 November 1945, yang dipelopori keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dinilai layak masuk dalam buku Sejarah Perjuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kita menghidupkan kembali spirit dan ruh Resolusi Jihad NU 22 Oktober 1945 dan epos kepahlawanan 10 November 1945. Sejarah ini tidak tercatat dalam buku sejarah. Dengan kirab, kita ingatkan pemerintah bahwa Resolusi Jihad ini perlu masuk dalam sejarah nasional seperti Perang Diponegoro dan Perang Imam Bondjol," kata Ketua Pelaksana Nasional Muhaimin Iskandar, di Surabaya, Minggu (20/11).

Oleh karena itu, kata Menakertrans itu, dalam memperingati hari Resolusi Jihad itu, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama menggelar kirab 'Resolusi Jihad' dengan rute Surabaya-Jakarta, mulai 20-25 November 2011.

Dalam keterangan tertulisnya itu, Muhaimin mengatakan, kirab juga didukung oleh Jam'iyah Ahli Thariqat Mu'tabarah An-Nahdliyah, PP Fatayat NU, PP Saburmusi, PP IPNI, PP IPPNU, LPSNU Pagar Nusa yang berangkat dari Surabaya menujun ke Jakarta.

Muhaimin Iskandar yang sehari-sehari sebagai Ketua umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di dalam kirap Resolusi Jihad ini menjabat sebagai ketua dewan pengarah.

"Melalui Kirab Resolusi Jihad ini, warga Nahdliyin ingin mengabarkan ke seluruh negeri bahwa Resolusi Jihad tidak lagi hanya menjadi peristiwa sejarah yang terpendam ataupun hanya menjadi menjadi sejarah lisan," katanya.

Kirab Resolusi Jihad ini, kata Cak Imin, juga merupakan ikhtiar dan seruan agar Resolusi Jihad diperingati setiap tahun untuk mengenang sejarah dan meneladani perjuangan ulama dan kiai NU dalam mempertahankan bangsa, negara, dan agama dari ancaman musuh.

"Kirab ini juga bertujuan untuk memberikan pesan kuat kepada generasi sekarang agar menstransformasikan jihad di era globalisasi dengan berjihad membangun negeri, menghadirkan kesejahteraan, menebarkan rasa aman dan kedamaian serta melanggengkan persatuan dan kesatuan di bumi nusantara," ujar Muhaimin.

Kirab Resolusi Jihad dimulai tanggal 20 November hingga 25 November 2011. Kirab Resolusi Jihad ini akan dimulai dari Monumen Resolusi Jihad di Kantor PCNU Kota Surabaya menuju Gresik, Lamongan, Tuban, Rembang, Pati, Kudus, Demak, Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Cirebon, Indramayu, Subang, Karawang, Bekasi, dan berakhir di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat.

Kirab tersebut akan mengarak Sang Saka Merah Putih dan Bendera NU oleh pasukan jalan kaki, ratusan sepeda motor dan puluhan mobil yang mengibarkan panji-panji Merah Putih dan NU di sepanjang jalan mulai dari Surabaya hingga Jakarta selama 6 hari perjalanan.

Kegiatan ini akan melibatkan ribuan massa NU di setiap kabupaten/kota yang akan dilalui oleh Kirab Resolusi Jihad. Mereka akan menyambut konvoi kirab dengan menggelar upacara serah terima bendera Merah Putih dan NU serta berbagai kegiatan sosial, demikian Muhaimin.(*)

Sumber: ANTARA News | Minggu, 20 November 2011
Share:

KIRAB RESOLUSI JIHAD : Ketua Umum PBNU Resmi Berangkatkan Barisan

Surabaya - Barisan Kirab Resolusi Jihad yang diselenggarakan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU), diberangkatkan. Barisan kirab menuju Jakarta dari Kantor PCNU Kota Surabaya di Jalan Bubutan-Jalan Pahlawan ini secara resmi dilepas oleh Ketua PBNU KH Said Agil Siroj, Ahad (20/11).

Barisan Kirab Resolusi Jihad yang diikuti 10 mobil yang membawa dan mengawal bendera Merah Putih, bendera lambang NU, serta bendera badan otonom (banom) NU serta ormas, serta diikuti ribuan warga NU yang mengendarai sepeda motor, mobil pribadi, hingga perkumpulan Jeep PKB itu.

Dalam iring-iringan kendaraan Kirab Resolusi Jihad, nampak dihadiri Ketua Panitia Pelaksana Koordinator Nasional Kirab Resolusi Jihad, Imam Nahrawi. Ketua Panitia Pengarah Nasional Kirab Resolusi Jihad yang juga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta menjabat sebagai Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Menteri PDT Helmy Faishal Zaini serta Ketua Koordinator Daerah Musyafak Rouf yang juga Wakil Ketua DPRD Surabaya dan juga Ketua DPC PKB Surabaya.

Selain itu artis ibu kota kelahiran Surabaya Ahmad Dhani juga ada di tengah-tengah undangan. Ahmad Dhani memang dikenal sebagai pengagum berat Gus Dur.

Rombongan Kirab Resolusi Jihad ini akan melintasi 21 kabupaten dan kota di jalur pantura seperti Gesik-Lamongan-Tuban-Rembang-Pati-Kudus-Demak-Semarang-Kendal-Batang-Pekalongan-Pemalang-Tegal-Brebes-Cirebon-Indramayu-Subang-Karawang-Bekasi-Jakarta Timur-Tugu Proklamasi-Kantor PBNU di Jakarta Pusat. Perjalanan Kirab Resolusi Jihad Nasional ini akan menempuh perjalanan selama lima hari mulai 20-25 November 2011.

"Setiap di kabupaten atau kota, akan berhenti dan diterima ketua NU dan kepala daerah tersebut," ujar Ketua Panitia Pelaksana Koordinator Nasional Kirab Resolusi Jihad, Imam Nahrawi.

Sumber: NU Online | 20/11/2011
Share:

Ribuan Warga NU Lepas Kirab Resolusi Jihad

Surabaya - Sekitar 2.000 warga Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah di Jawa Timur, Minggu siang, 20 November 2011, berkumpul untuk mengikuti acara pelepasan Kirab Resolusi Jihad dengan garis start dimulai dari kantor PCNU Kota Surabaya di Jalan Bubutan Surabaya, siang tadi, 20 November 2011.

Peserta kirab mengarak tiga bendera, yakni bendera Merah Putih, bendera NU, dan Bendera Mu'tabarah An-Nahdliyah (thoriqoh NU). Mereka akan menyusuri 21 kabupaten dan kota hingga tiba di Jakarta, Selasa, 22 November 2011.

Daerah-daerah yang dilewati yakni Gresik-Lamongan-Tuban, Jawa Timur. Perjalanan dilanjutkan menyusuri daerah-daerah di Jawa Tengah, seperti Rembang-Pati-Kudus-Demak-Semarang-Kendal-Batang-Pekalongan-Pemalang-Tegal-Brebes. Tahap berikutnya adalah daerah-daerah di Jawa Barat, yakni Cirebon-Indramayu-Subang-Karawang-Bekasi.

Peserta kirab memasuki finis di lapangan Monumen Nasional, Jakarta. Kemudian tiga bendera tersebut dibawa untuk disimpan di kantor PBNU, Jakarta.

Di setiap daerah yang dilewati, masing-masing Ketua PCNU akan menjadi koordinator daerah. Dari Surabaya, tiga bendera yang dibawa peserta kirab diserahkan kepada Ketua PCNU Gresik dan seterusnya. "Di Tuban, peserta kirab akan berhenti semalam dan akan digelar istiqosah di Alun-alun Tuban," ujar Nahrowi.

Semula, kirab dilakukan dengan berjalan kai. Namun karena banyaknya peserta, panitia memutuskan menggunakan sebuah bus dan sembilan mobil pribadi.

Kirab dilepas Ketua PBNU Said Aqil Siradj dan Ketua Pengarah Nasional Kirab Muhaimin Iskandar. Meski kirab diselenggarakan warga NU, acara pelepasan dihadiri sejumlah petinggi Partai Kebangkitan Bangsa.

Selain Ketua Umum Muhaimin Iskandar, juga tampak Ketua Dewan Syuro PKB, Sekjen PKB yang juga Koordinator Nasional Kirab, Imam Nahrowi, dan Ketua PKB Surabaya sebagai Koordinator Daerah Kirab, Musyafak Rouf. Ketua Dewan Syuro DPP PKB Kiai Aziz Mansyur juga hadir, serta Menteri Negara Percepatan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini. "Ini murni acaranya NU, kebetulan tokoh-tokoh PKB memang orang NU sehingga wajar saja turut hadir,” kata Imam Nahrowi.

Said Aqil Siraj mengatakan, kirab merupakan salah satu upaya NU memperingati dan merekonstruksi resolusi jihad yang dicetuskan oleh para ulama NU pada 22 Oktober 1945. Resolusi jihad tersebut menyulut pertempuran dahsyat arek-arek Suroboyo melawan Belanda pada 10 November 1945. "Ini bentuk sosialisasi dan internalisasi semangat resolusi jihad kepada seluruh elemen bangsa," papar Said Aqil.

FATKHURROHMAN TAUFIQ

Sumber: TEMPO Interaktif | Minggu, 20 November 2011
Share:

Sabtu, 12 November 2011

Kirab Resolusi Jihad, Merah Putih Akan Diarak Ratusan Warga NU Menuju Jakarta Dari Surabaya

Jakarta - Ratusan massa Nahdlatul Ulama dijadwalkan akan mengadakan kegiatan kirab, guna menyaambut Hari Pahlawan 10 November. Acara yang rencananya akan dilaksanakan mulai tanggal 20 – 25 November 2011ini bertajuk Kirab Resolusi Jihad. Dikatakan oleh oleh Ketua Panitia Nasional Kirab, Imam Nahrawi yang juga Sekjen DPP PKB, Kamis (11/10/2011) di Aula Gedung PBNU Lantai 8, Nantinya Kirab ini akan mengarak sang saka Merah Putih dan Bendera Nahdlatul Ulama yang dilakukan oleh pasukan jalan kaki, ratusan sepeda motor dan puluhan mobil yang mengibarkan panji-panji Merah Putih dan NU disepanjang jalan mulai dari Surabaya hingga Jakarta selama enam hari perjalanan.

"Kegiatan ini akan melibatkan ribuan massa NU di setiap kabupaten/kota yang akan dilalui oleh Kirab Resolusi Jihad. Mereka akan menyambut konvoi kirab dengan menggelar upacara serah terima bendera Merah Putih dan Nahdlatul Ulama dan berbagai kegiatan sosial," kata Imam Nahrawi.

Dikatakan oleh Imam, bahwa agenda kegiatan kirab ini dalam pelaksanaannya nanti, akan memberikan santunan kepada keluarga pahlawan, anak yatim, pemberian bea siswa bagi anak berprestasi serta apel pasukan, gelar seni dan budaya lokal, maupun pengajian akbar di daerah yang dilalui kirab Resolusi Jihad.

"Kirab Resolusi Jihad tersebut, tentunya kami harapkan akan mampu menumbuhkan kembali semangat perjuangan, nasionalisme, patriotisme dan spirit rela berkorban demi tegaknya NKRI. Termasuk, mengambil keteladanan dari para kiai dan pahlawan yang dahulu mencetuskan Resolusi Jihad," ungkapnya.

Lebih lanjut imam menjelaskan, bahwa Kirab Resolusi Jihad ini akan dimulai dari monumen Resolusi Jihad di Kantor PCNU Kota Surabaya menuju Gresik, Lamongan, Tuban, Rembang, Pati, Kudus, Demak, Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Cirebon, Indramayu, Subang, Karawang, Bekasi, dan berakhir di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat.

"Kirab ini akan mengarak Sang Saka Merah Putih dan Bendera Nahdlatul Ulama oleh pasukan jalan kaki, ratusan sepeda motor dan puluhan mobil yang mengibarkan panji-panji Merah Putih dan NU disepanjang jalan mulai dari Surabaya hingga Jakarta selama 6 hari perjalanan," sergahnya.

Selain itu dikatakan pula oleh Muhaimin Iskandar yang juga sebagai penggagas kegiatan kirab ini, Kita wajib bersyukur atas kegiatan soft launching untuk melanjutkan cita – cita perjuangan ulama untuk kemerdekaan bangsa ini. Seperti yang kita ketahui bahwa sebenarnya banyak peran dari para ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan namun hal ini tidak pernah tercatat secarah utuh dalam sejarah.

Lebih lanjut Cak Imin panggilan akrab dari Muhaimin menerangkan, bahwa awal kegiatan ini berawal saqat Cak Imin bertemu dengan Habib Lutfi yang pada saat itu sedang melakukan perjalan bersama menuju Jawa Tengah dalam peretmuan di sebuah kereta itu terjadilah pembicaraan. Dimana Cak Imin ditantang oleh Habib Lutfi untuk kesanggupannya berjalan kaki dari Jakarta menuju Surabaya untuk mengawal Bendera Merah Putih. Dari hal tersebut Cak Imin berusaha untuk mengaktualisasikannya sebagai salah satu bentuk untuk mengingatkan kembali rasa cinta tanah air kita sebagai anak bangsa yang kian hari semakin tergerus dan lupa dengan makna perjuangan serta rasa nasionalisme yang kian hari kian luntur.

Cak imin juga mengatakan bahwa pengaktualisasian ini juga karena didasari kemirisan dari Habib Lutfi yang melihat anak – anak muda sekarang sudah kehilangan jati dirinya dan sudah tidak lagi mau menghargai Bendera Merah Putih. Selain itu Cak Imin juga melihat kurang populisnya Bendera atau panji – panji NU dikalangan Warga Nahdliyin sendiri sehingga Cak Imin memiliki rasa tanggung jawab untuk kembali memperkenalkan symbol – symbol dan panji – panji NU kepada masyarakat Nahdliyin. (lie)

Sumber: PKB Online | Kamis, 10 November 2011
Share:

PBNU Upayakan Pengakuan Resolusi Jihad secara Nasional

Jakarta - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan akan melakukan upaya agar Resolusi Jihad, yang telah mengobarkan semangat perlawanan rakyat Surabaya pada tentara sekutu, dalam peristiwa 10 November diakui secara nasional.

Meskipun Resolusi Jihad menjadi rujukan masyarakat dalam melawan penjajah, tapi peran tersebut belum diakui. Dalam buku-buku, pelajaran sejarah tidak disebutkan adanya Resolusi Jihad sehingga jika sejarah tersebut tidak diluruskan, dikhawatirkan nanti menjadi hilang.

“NU punya andil besar dalam melawan penjajah, ini tak bisa dipungkiri. Mungkin ada orang yang memang benar-benar tidak tahu, tapi ada pula yang pura-pura tidak tahu,” katanya dalam Soft Lauching Kirab Resolusi Jihad yang diselenggarakan di gedung PBNU, Kamis (10/11).

Ia menjelaskan, Resolusi Jihad dilatarbelakangi permintaan dari Soekarno, Hatta dan Panglima Soedirman kepada KH Hasyim Asy’ari, fatwa bagaimana hukumnya membela tanah air. Dari situlah para ulama akhirnya berkumpul dan menghasilkan Resolusi Jihad, yang menemukan momentum yang tepat di Surabaya.

Sebelum mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy’ari telah mengeluarkan Fatwa Jihad yang berisi tiga hal

  1. Hukumnya memerangi orang kafir yang merintangi kepada kemereekaan kita sekarang ini adalah fardhu ain bagi tiap-tiap orang Islam yang mungkin, meskipun fakir;

  2. Hukumnya orang yang meninggal dalam peperangan melawan NICA serta komplotan-komplotannya adalah mati syahid;

  3. Hukumnya orang yang memecahkan persatuan kita sekarang ini wajib dibunuh.



Mengingat perannya yang signifikan dalam pertempuan 10 November yang mampu mengusir NICA dari Surabaya, Kiai Said meminta agar Resolusi Jihad menjadi hari penting. Selain itu, ia juga meminta agar peringatan hari Pahlawan dipusatkan di Surabaya sebagai tempat kajadian peristiwa, bukan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Dirinya juga akan mengusulkan KH Wahab Hasbullah sebagai pahlawan nasional karena mantan rais aam PBNU tersebut, terlibat aktif dalam mendorong dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, termasuk diantaranya keterlibatannya dalam pertempuran 10 November, menjadi salah seorang komandan, dengan markas di Silawan Kerto.

Sedikitnya terdapat 20 kiai yang menjadi komandan dalam pertempuran besar tersebut, tetapi setelah kondisi aman, para kiai kembali ke pesantrennya, dari berjihad melawan orang kafir menjadi mujtahid, berfikir untuk mengembangkan ilmu dan mengajar masyarakat.

“Para kiai sebenarnya ikhlas, tak peduli jasanya disebut atau tidak, tetapi ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk menunjukkan peran NU pada bangsa,” paparnya.

Yang unik dari pertempuran Surabaya tersebut adalah adanya tentara dari India beragama Islam, yang melakukan desersi karena tidak tentara tersebut beragama Islam sehingga tidak mau membunuh sesama muslim. Diantara tentara tersebut adalah Letnan Ziaul Haq, yang di kemudian hari menjadi presiden Pakistan. (Mukafi Niam)

Sumber: NU Online | 10/11/2011
Share: