Tampilkan postingan dengan label FPKB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FPKB. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2016

PKB Gelar Nusantara Mengaji

SURABAYA – Serangan ideologi mulai dari pemikiran radikalisme, terorisme, hingga persoalan LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) yang masih mengancam Indonesia, mendapat perhatian serius DPP PKB. Agar Indonesia terbebas dari persoalan tersebut, DPP PKB menginstruksikan ke seluruh DPW PKB hingga tingkat ranting menggelar khataman Alquran 300 kali se-Indonesia.

Kegiatan yang diberi tema “Nusantara Mengaji untuk Keselamatan dan Keberkahan Bangsa” ini akan digelar mulai 7-8 Mei mendatang. “Kita (DPW PKB Jatim) telah menerima surat dari Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar untuk menggelar Nusantara Mengaji. Kegiatannya nanti mulai 7 – 8 Mei mendatang di seluruh Indonesia,” ujar Sekretaris Fraksi PKB DPRD Jatim, Chusainuddin Bolkiah, di Surabaya, Minggu (27/3) kemarin.

Lebih jauh, politisi yang juga menjabat Sekretaris DKW Garda Bangsa Jatim ini menjelaskan, dalam kegiatan Nusantara Mengaji tersebut, nantinya semuanya menanggalkan atribut yang dimiliki masing-masing peserta Nusantara Mengaji. “Meski yang menggelar PKB, namun semuanya boleh ikut khususnya warga Nahdliyin. Tak perlu pakai embel-embel parpol atau ormas lainnya, semuanya satu yaitu NU,” tegas Chusainuddin.

Diakui Chusainuddin, kegiatan Nusantara Mengaji ini merupakan upaya dari DPP PKB untuk meminta pertolongan dari Allah, agar bangsa ini dijauhkan dari segala bala’ dan cobaan, serta diberi kekuatan untuk mengatasi segala macam persoalan yang dihadapi oleh bangsa. “Sebagai bangsa yang relegius, maka sudah sepatutnya jika menghadapi ujian dan cobaan harus dikembalikan kepada Allah karena Dialah sang pemilik dunia dan seisinya,” pungkasnya. (ud/duta.co)
Share:

Rabu, 23 Juli 2014

Fraksi PKB DPRD Tulungagung 2014-2019


DAFTAR ANGGOTA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) TULUNGAGUNG
PARTAI KEBANGKITAN BANGSA
TAHUN 2014 - 2019

NONAMA DAPIL
1.ADIB MAKARIM, MH.
TULUNGAGUNG I
2.CHOIRURROHIM, SH
TULUNGAGUNG II
3.H. ABDULLAH ALI MUNIB, SH
TULUNGAGUNG II
4.Drs. H. MASHUD
TULUNGAGUNG III
5.LILIK HERLIN, SP
TULUNGAGUNG IV
6.H. M. ZAENUDIN, BA
TULUNGAGUNG V
Share:

Selasa, 30 April 2013

Dari 28 Legislator PKB, 3 Orang Tidak Nyaleg Lagi

Jakarta - Sebanyak 90 persen kader Partai Kebangkitan Bangsa yang kini menjabat sebagai anggota DPR dipastikan akan kembali mencalonkan dirinya. Dari 25 lagislator hanya tiga orang yang tidak kembali berlaga pada Pemilu 2014.

“Hampir semuanya maju kembali pada Pileg 2014 mendatang, hanya 3 orang saja yang tidak maju kembali karena faktor masalah kesehatan,” ungkap Ketua Dewan Pengurus Pusat PKB, Marwan Ja’far, Senin (29 April 2013).

Marwan menambahkan, tidak majunya kembali tiga kader PKB telah melalui pertimbangan matang. Bukan karena faktor lain, tapi murni karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

“Pertimbangan mereka tidak nyalon lagi sudah dipikirkan masak-masak karena faktor kesehatan yang tidak memungkinkan,” jelasnya.

Berdasarkan data daftar caleg sementara yang telah disetorkan ke KPU, PKB mengusung 560 nama caleg yang terdiri atas 351 caleg pria dan 209 caleg perempuan atau sekitar 37,3 persen. Dengan jumlah tersebut maka semakin jelas bahwa PKB merupakan salah satu partai yang juga paling banyak mengusung caleg perempuan.

Sumber: dpp.pkb.or.id | 29.04.2013
Share:

Jumat, 27 Juli 2012

PKB Minta Uang Rp43 Triliun Milik Jamaah Haji Dikembalikan

JAKARTA - Keberadaan uang sisa simpanan calon jamaah haji (Calhaj) selalu menjadi dilema bagi penyelenggara haji. Dalam kaitan ini, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Prof Ali Maschan Moesa, menilai perlu ada fatwa ulama untuk menengahi pro kontra yang terjadi.

Fatwa ini diperlukan untuk menjawab pertanyaan apakah uang tersebut sebaiknya dikembalikan kepada jamaah haji atau dimanfaatkan untuk keperluan umat. "Masalah uang tersebut selalu problematis. Padahal dari sisi agama, uang simpanan yang kini besarannya mencapai Rp43 triliun itu titipan dari para jamaah haji," ujar Ali Maschan di Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Pernyataan ini ditegaskannya terkait rencana Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu yang menginginkan pengembalian uang sebagai hak jamaah. Atau uang itu dimanfaatkan untuk membentuk unit pemberdayaan ekonomi rakyat.

Selama ini, ujar Ali Maschan, ratusan ribu jamaah tiap tahunnya menitipkan uang pada penyelenggara haji. Namun, tidak ada akad bunga atas uang tersebut. Begitu pula perjanjian pemanfaatan atas sisa simpanan yang terkumpul tiap tahun itu.

"Ide Pak Anggito pada dasarnya bagus. Tapi dari sisi agama perlu ada izin dari pemilik uang itu, apakah dibagi atau dimanfaatkan untuk yang lain. Karena saat mereka melunasi uang ibadah haji ada faktor kepercayaan atau amanah pada penyelenggara untuk mengelola uang yang diniatkan untuk ibadah itu," tegas Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Meski ide untuk membagikan atau memanfaatkan untuk hal positif dilandasi kemaslahatan umat, Ali Maschan meminta Kemenag membuka jalur diskusi dengan Komisi VIII DPR terlebih dahulu.

Apalagi aspek ibadah memerlukan persetujuan secara hukum Islam dari Majelis Ulama Indonesia. Serta harus dikaji dari segala sisi kemasyarakatan. "Lebih baik meminta fatwa ulama terlebih dulu untuk menghindari pro kontra," tegas Ali Maschan.

Sebelumnya Anggito Abimanyu yang dilantik medio Juli 2012 lalu di jajaran eselon tiga Kemenag berniat mereformasi pengelolaan ibadah haji secara proporsional. Menurutnya, setiap tahun calon jamaah haji menyetor uang dan selalui ada sisa hasil simpanan. Seperti pada 2011 yang mencapai Rp15 triliun dan pada 2012 mencapai Rp19 triliun.

"Sama saja kita berutang pada masyarakat. Setidaknya kita bisa mengembalikan pada tiap jamaah haknya Rp6-Rp8 juta atau memanfaatkannya untuk program pemberdayaan ekonomi umat," cetus Anggito.

Sumber: PKB Online | Kam, 07/19/2012
Share:

Minggu, 13 Mei 2012

Ketua Umum DPP PKB Buka Acara Bimtek DPRD Jatim

Jakarta – Adanya Permendagri No. 57 Tahun 2011 tentang penguatan tugas DPRD kabupaten/kota yang dipandang perlu dan sangat penting, maka Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) yang bekerjasama dengan Dewna Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa timur menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan orientasi serta pendalaman tugas bagi anggota DPRD nya untuk wilayah provinsi Jawa Timur.

Tertuang dalam Permendagri No. 57 Tahun 2011 tersebut, bahwa Sekretaris Dewan (Sekwan), Parpol Dan Perguruan Tinggi dapat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek),

Acara yang digelar di Twin Plaza Hotel, Jl. S Parman Kav. 93 – 94, Jakarta Barat tersebut dilaksanakan selama empat hari, yang dimulai dari tanggal 7 – 10 Mei 2012 tersebut mengusung tema, “Menyusun APBD-Perubahan Pro-Rakyat.”

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Ketua Umum DPP PKB H. A Muhaimin Iskandar, yang didampingi oleh Sekjen DPP PKB H. Imam Nahrawi, Ketua DPW PKB Jatim Drs. H Abdul Halim Iskandar, Mpd,

Selain itu juga tampak hadir dalam acara tersebut Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPR RI Marwan Ja’far, Ketua Komisi VIII DPR RI Hj, Ida Fauziyah, dan Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPP PKB Syaifullah Ma’sum.

Dalam sambutannya Ketua Umum DPP PKB yang juga menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) tersebut mengatakan, bahwa Bimtek tersebut dipandang sangat penting untuk membangun kekuatan politik yang pro rakyat, hal tersebut dikarenakan , politik merupakan senjata untuk menghadapi segala situasi yang dipandang sangat sulit, mengingat bahwa aktivitas politik dari jaman ke jaman selalu dipandang sebagai sebuah kondisi yang sangat logis.

“Kakek saya,ayah saya, sama sekali tidak ada yang bercita-cita untuk menjadi politisi namun pada kenyataanya, hal itu malah berkembang menjadi sebuah kekuatan politik. Dari kekuatan politik itulah ayah saya tidak pernah mengikuti kuliah politik, beliau hanya mondok dan ngajar ngaji namun dari situ menjadi kekuatan politik, hal ini sangat perlu karena kita berangkat dari sana yakni dari nilai spiritual belaka namun dilandasi oleh tahapan-tahapnnya. Saya yakin bahwa kiai bisri, Kiai Wahab dan kiai Hasyim, dalam menghadapi situasi yang mana mengharuskan untuk berpolitik karena politik adalah kondisi logis. Nah dari situlah yang disebut dengan pro rakyat, APBN , UU bergantung kepada jiwa yang melingkupi pada roh perjuangan”.

Ditegaskan oleh Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin, bahwa kita sebagai generasi muda memang memiliki potensi dan kesempatan untuk melakukan aktivitas politik guna memperjuangkan kepentingan rakyat bersama-sama.

“Hari ini kita hadir dan berkesempatan untuk turut mewarnai dunia politik di Indonesia, saat ini adalah era yang sangat kritis apalagi usia reformasi mulai setengah massa, saat ini adalah era dimana kita mempunyai kesempatan untuk ikut mewarnai dalam percaturan kebangsaan. Yang ingin saya kemukakan dari pemetaan sosiologis yang kokoh, kondisi sosiologis yang ketaatan yang tinggi, namun ketaatan yang lebih kepada perkembangan yang tinggi, ditengah perubahan itu belum ada solusi dari keterpecahan dan belum terkelola dengan modern”.

Cak Imin mencontohkan terkait dengan perubahan dan perkembangan modernisasi yang belum terkelola dengan baik dan masih dipandang sebelah mata.

“Contohnya Laziz NU adalah kekutan modern yang paling lemah. Sebuah solidaritas yang terancam dalam NU. Saya hanya ingin menarik sedikit kebelakang bahwa apa yang kita lakukan bukanlah sesuatu yang bebas nilai namun berkaitan ekonomi yang masih berada pada nilai marginal”.

Kembali Cak Imin mengaskan bahwa PKB akan selalu siap untuk mengawal perubahan ekonomi dan politik yang lebih pro rakyat terkait dengan diberlakukannya perubahan ekonomi dan APBN serta APBD,

Selain itu, Cak Imin juga mengajak kepada seluruh politisi PKB untuk dapat membangun kekuatan politik yang lebih kuat guna menuju perubahan demi kesejateraan rakyat, tentunya dengan usaha dan do’a.

“Perubahan APBN dan APBD akan terus kita dorong, PKB punya kans untuk hal itu, karena PKB belum menjadi kekuatan dalam satu kekuatan. Problemnya adalah, kita harus mempunyai kekuatan yang sama dan solid. Oleh karena itu mari kita sampaikan pada rakyat, bahwa kami akan siap untuk mengelola negara ini, bila PKB diberi kesempatan. Antara takdir dan doa usaha berada diposisi tengah. Kita harus mulai berfikir bahwa PKB tidak hanya mengurus pemilu saja, akan tetapi juga mulai berfikir tentang keadaan. Saya berfikir tidak boleh kedepannya nanti APBN dan APBD kita tidak dapat dinikmati oleh masyakat.”

Cak imin menilai, bahwa kekuatan partai harus disusun lebih kuat, dan inti dari kekuatan partai adalah kuatnya struktur partai.

” Kekuatan ujung tombak kita ada di struktur partai. Saya sudah minta kepada ketua DPW dan dilanjutkan DPC minimal ada 10 mubaligh yang terbaik di kabupatennya. Karena pada sisi tersebut kekuatan struktur dan kultural menjadi kekuatan yang sangat kuat bagi PKB.” pungkasnya.

Dalam acara tersebut dibuka secara simbolik oleh Ketua Umum DPP PKB dengan pemukulan gong. Bimtek tersebut diikuti oleh peserta yang semuanya adalah anggota DPRD dan DPC PKB jatim, Dengan peserta sebanyak 256 yang berasal dari seluruh provinsi,kota dan kabupaten yang ada di Jatim. (vie/lie)

Sumber: http://www.dpp.pkb.or.id | Jumat, 11/05/2012
Share:

Jumat, 19 Agustus 2011

PUASA; STASIUN KEHIDUPAN

Bulan Ramadhan dalam ajaran Islam merupakan bulan yang sangat disucikan, bahkan oleh karena kesuciannya, bagi umat Islam yang merasa “senang” atas kehadiran Ramadhan bisa menjadi penghalang baginya masuk neraka, kata Nabi “Barang siapa yang senang dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah mengharamkan jasadnya (terkena) api neraka” (Al-Hadits).

Oleh karena begitu sucinya Ramadhan, akhirnya kita melihat banyak umat Islam yang begitu antusias untuk menyambut Ramadhan, misalnya banyak kegiatan pengajian-pengajian digelar untuk menyambut ramadhan, di masyarakat Jawa ada kegiatan budaya untuk menyambut Ramadhan dengan upacara adat “megengan” ialah sebuah acara selamatan untuk menyambut ramadhan agar diberikan keselamatan dalam menjalankan ibadah puasa, bahkan kantor-kantor Pemerintah banyak yang membuat spanduk besar, yang menunjukkan betapa senangnya atas kehadiran Ramadhan “Marhaban ya ramadhan – selamat datang bulan ramadhan”. Namun demikian, cukupkah menyambut ramadhan hanya dengan selamatan “megengan” atau dengan membuat spanduk yang besar?. Tidak!!! Menyambut ramadhan yang paling tepat adalah dengan memenuhi panggilan ramadhan untuk “menahan nafsu”, dengan berpuasa dan didukung melalui peribadatan sunnah yang lainnya.

Inti dasar dari kegiatan ramadhan adalah “puasa”, yaitu upaya menahan nafsu dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa sejak dari waktu yang telah ditentukan yaitu sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Secara lahiriah seorang muslim yang berpuasa harus menahan diri dari makan dan minum, berhubungan sexs disiang hari, dan berbagai kegiatan lain yang intinya memasukkan sesuatu barang atau benda ke dalam tubuh melalui “sembilan lubang”. Dan secara batiniah seorang muslim yang berpuasa harus meninggalkan hal-hal yang bersifat maksiat, mengumpat, memfitnah, mengadu domba, dan berbagai jenis larangan lainnya, pokoknya dalam ramadhan seorang muslim selain harus meninggalkan apa yang telah disebut di atas, ia harus puasa dari perilaku buruk.

Bagi seorang muslim, bulan ramadhan yang didalamnya diwajibkan puasa, harus dijadikan sebagai stasiun untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kehidupan dunia guna merenungkan aktifitas-aktifitas yang telah dilakukannya. Ibarat mobil, bulan ramadhan adalah saatnya servis untuk memperbaharui lagi komponen-komponen yang aus dengan yang baru dan lebih baik kualitasnya. Maka, ramadhan adalah saat seorang muslim menservis kondisi spiritualnya dengan memperbaharui kegiatan-kegiatan yang penuh dengan nilai kesucian seperti sucinya bulan ramadhan.

Puasa dalam ajaran Islam tidak hanya sekedar menahan makan dan minum serta hubungan sexs di siang hari, akan tetapi secara ruhaniah puasa merupakaan wahana pendekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu - selain berpuasa, umat Islam disunnahkan untuk menambah amalan ibadah lainnya baik yang bersifat vertical dalam bentuk hubungan langsung dengan Tuhan melalui shalat dan dzikir maupun yang bersifat horizontal melalui hubungan baik terhadap sesama manusia misalnya dengan memperbanyak sedekah atau memperbanyak kemanfaatan bagi manusia lainnya.

II

Mengapa bulan yang sangat disucikan ini dinamakan ramadhan?. Ada keterangan yang menyebutkan bahwa ramadhan bermakna membakar. Menurut riwayat pada saat bulan ramadhan ini tiba, di Arab sana (dahulu) merupakan musim panas yang karenanya seperti panas api yang membakar. Dalam konteks spiritual, makna ramadhan juga membakar, artinya membakar dosa-dosa bagi seorang muslim dengan amaliah puasa yang penuh keikhlasan, dalam hal ini Nabi bersabda “Barang siapa berpuasa ramadhan atas dasar keimanan dan pengharapan pada ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu” (Al-Hadits).

Hubungan spiritual manusia dengan Tuhan, selalu diperbaharui melalui ibadah dalam bulan ramadhan. Tingginya nilai ibadah ketika bulan Ramadhan memberikan petunjuk bahwa saat bulan ramadhan ini merupakan saat yang tepat untuk suatu kontemplasi – perenungan yang mendalam bagi setiap muslim terhadap apa saja yang telah dilakukannya. Maka kontemplasi yang sebenarnya pada bulan Ramadhan akan mengarahkan manusia untuk menyadari jati dirinya sebagai manusia, betapa hubungan manusia dengan Tuhan begitu bermakna dan sekaligus betapa hubungan baik terhadap sesama manusia mengandung hikmah yang besar.

Nabi pernah menyampaikan sabdanya yang mengandung makna “seandainya engkau tahu betapa besarnya berkah ramadhan, maka engkau akan berharap semua bulan ini dijadikan ramadhan” (Al-Hadits). Secara lahiriah kesadaran terhadap tingginya “nilai” ramadhan ini banyak dirasakan oleh setiap orang. Bisa dilihat secara jelas pada bulan ramadhan banyak orang yang berubah kepribadiannya dari yang kurang baik menjadi baik – pejabat yang tidak biasa berbaur dengan masyarakat - saat ramadhan tiba mereka tidak merasa risih duduk bersama dengan masyarakat awam untuk shalat tarawih bersama (walau secara ekslusif sesekali mereka juga mengundang khusus pejabat-pejabat sejajar atau pejabat dibawahnya untuk shalat tarawih bersama), bahkan juga makan bersama dengan makanan yang sama. Demikian juga pada saat ramadhan, mereka yang semula “kikir” pada bulan ramadhan juga menjadi loman alias dermawan. Pada hari-hari biasa abang becak jarang atau tak pernah mendapatkan bingkisan dari pejabat, tapi saat ramadhan tiba mereka kebanjiran rezeki berupa voucer untuk mengambil jatah bingkisan di rumah pejabat pemerintah. Demikian juga para anggota dewan, yang semula ditelfon saja sulitnya bukan main – saat bulan ramadhan, mereka mengadakan safari ke sana kemari untuk membagikan bingkisan ramadhan – mereka tidak takut lagi untuk menerima telfon bahkan di atas mimbar mereka menebar senyum kedamaian. Mungkin, orang-orang di balik tembok sana berfikiran – kalau begitu enaknya bulan ini dijadikan ramadhan semua.

Maka dengan amaliah ramadhan yang dilakukan penuh ikhlas semua dosa akan diampuni Tuhan. Jangankan Tuhan Yang Maha Pengampun – rakyat jelata saja begitu mudah mengampuni pejabatnya jika saat bulan ramadhan mereka disapa dengan ramah. Wah…, pejabat yang ini nanti akan saya pilih lagi atau kalau dia tak maju mungkin isterinya yang saya pilih karena – dia loman alias dermawan mau safari saat ramadhan. Begitu juga dengan dia – DPR yang satu ini nanti akan saya perjuangkan lagi, kenapa? karena dia seringkali memberikan bingkisan, ramah dan sering menyapa.

Walhasil ramadhan mampu membuka “hati” semua orang, pejabat, rakyat, atau siapa saja dia. Kesucian Ramadhan seolah menjadi sebuah “mantra” yang ampuh untuk membangkitkan semangat religiusitas seseorang. Orang-orang yang tidak pernah ke mushalla atau ke masjid, pada saat bulan ramadhan pun pergi ke mushalla dan masjid guna menunaikan ibadah shalat tarawih atau lainnya, entahlah motifnya – kesadaran diri atau hanya sekedar untuk mengikuti umumnya tetangga-tetangga, mereka juga berpuasa – minimal untuk menghargai temannya yang sedang berpuasa.

III

Didalam ramadhan - seorang muslim memenuhinya dengan puasa dan ibadah penuh khusyu’ – dengan upaya pendekatan diri pada Tuhan. Semua amalnya dipersembahkan hanya untuk pengabdiannya pada Tuhan, maka Tuhan-pun kelak secara khusus akan memberikan suatu penghargaan tersendiri bagi orang-orang yang berpuasa dengan memberinya “pintu” khusus di dalam surga yang bernama “rayyan”. Maknanya Tuhan membuka pintu yang luas bagi orang yang berpuasa untuk memberikan rahmat dan pengampunan-Nya.

Guna mengakhiri puasa ramadhan – seorang muslim mempunyai satu kewajiban mengeluarkan “zakat fitrah”. Zakat bukan belas kasihan akan tetapi kewajiban orang kaya dan hak orang miskin. Zakat adalah pembagian antara sesama sekutu dalam kekayaan umum, dan menjelmakan persaudaraan dan solidaritas. Zakat adalah lebih besar dari tindakan sosial, karena merupakan kewajiban agama yang berupa penyerahan sebagian harta kekayaan kepada Tuhan, dalam kata lain mengembalian sebagian dari kemurahan Tuhan untuk menghindari penderitaan hidup di akhirat. Maka, zakat menyucikan manusia yang memberikannya, dengan kemenangan terhadap egoisme atau kepuasan moral karena telah ikut mendirikan masyarakat Islam yang lebih adil.

Dalam hal mengeluarkan zakat fitrah ini umat Islam juga begitu antusias. Maka banyak orang yang berbondong-bondong pergi ke masjid/mushalla sebagai tempat penerimaan zakat – mereka yang berkemampuan, yang berpuasa atau tidak mau puasa, saat akhir ramadhan juga mengeluarkan zakat, seolah mereka tidak rela jika tidak mengeluarkan zakat.

Setelah ramadhan selesai dan ditutup dengan zakat, masuklah pada suatu babak baru Idul Fitri. Kesucian hati, kebersihan jiwa nampak menyelimuti orang-orang yang mengakhiri puasanya. Semua muslim keluar rumah untuk menunaikan shalat Idul Fitri – kemudian mereka menyebar ke seluruh penjuru untuk bersilaturrahim kepada sanak saudara, teman, mitra kerja dan siapa saja yang pernah dikenalnya untuk menyampaikan selamat Idul Fitri dan memohon maaf atas semua kesalahan yang telah dilakukan. Rumah-rumah ramai dengan tamu, alih-alih makan dan suguhan yang beraneka macam, bahkan yang ramai juga termasuk kuburan dan kebon binatang. Semua orang larut dalam suka cita, pintu-pintu yang semula ditutup - hari itu dibuka lebar-lebar, semua orang mau menerima tamu siapa saja tanpa kecuali – tidak ada sekat, tidak ada batas, tidak ada tabir, tidak ada perbedaan status dan sebagainya.

Inilah Idul Fitri, hati yang kembali suci ternyata mampu menembus batas usia dan status apapun juga. Karenanya saat Idul Fitri tidak ada rasa malu orang tua untuk meminta maaf pada anak-anaknya demikian juga atasan tidak merasa malu untuk meminta maaf pada bawahan dan begitu sebaliknya. Inilah Idul Fitri, berkat singgah dalam “stasiun kehidupan” pada bulan puasa ramadhan - suasana damai dapat diwujudkan, betapa indah dan sucinya ramadhan – maka hanya orang-orang yang berhati sucilah yang mampu kembali dalam fitrahnya.

Oleh: AHMAD JUPRIYANTO, S.Ag.

Sumber: dprd-tulungagungkab.go.id | Monday, 15 August 2011
Share:

Jumat, 22 Juli 2011

Pemerintah Dinilai tak Serius Tangani Kemiskinan

JAKARTA -- Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Kadir Karding menilai, koordinasi antarkementerian lemah, tidak terarah dan tidak terpadu dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan.

"Program ini kan ada di semua Kementerian. Ada 19 Kementerian yang menangani program pengentasan kemiskinan. Tapi, itu kan ngga jelas," ujar, Abdul Kadir Karding, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, usai paripurna di DPR RI, Kamis (21/7).

Karding mendesak seluruh kementerian harus bisa mensinergiskan program dan kinerja mereka dalam mengentaskan kemiskinan itu. "Nah, ini yang mesti disinergiskan dan disatuatapkan," ungkap Karding.

Menurut dia, jumlah fakir miskin saat ini sudah luar biasa besarnya, dan selama ini tidak tertangani secara baik ole pemerintah. Ini kata dia, karena masing-masing kementerian bergerak sendiri-sendiri.

Karding juga melihat kecenderugan paradigma yang terjadi d Indonesia, dimana masih banyak orang yang inginnya diberikan bantuan saja. "Tapi, keinginan untuk diberdayakan tidak ada," ungkapnya.

Maka dari itu, lanjut Karding, Undang-undang Penanganan Fakir Miskin yang disahkan Kamis (21/7), fokus pada pengentasan fakir miskin. "UU fakir miskin ini mengubah paradigma orang dari charity menjadi pemberdayaan. Jadi jelas di sana dikatakan program untuk penangangan fakir miskin lebih terarah, terencana dalam memberdayakan dan memandirikan," tuntasnya. (boy/jpnn) sumber: jpnn
Share:

Jumat, 15 Juli 2011

FPKB: TKI Bermasalah di Arab Saudi Bisa Pulang Dengan Pesawat Haji Garuda

Jakarta - Terkait adanya rencana pemulangan WNI yang dianggap bermasalah di Arab Saudi menggunakan pesawat angkutan jamaah haji yang kosong, Komisi VIII DPR RI menggelar Rapat Kerja dengan Menteri Agama, Menteri Perhubungan, Menteri Luar Negeri, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Meneg BUMN dan Diretur Utama Garuda Indonesia. Rabu kemarin.

Rapat Komisi VIII tersebut dipimpin secara langsung oleh Ketua Komisi VIII Abdul Kadir Karding (F-PKB), turut hadir pula Wakil Ketua Komisi IX DPR Irgan Chairul (F-PPP) Mahfiz, dan Koordinator Tim Pemulangan TKI di Luar Nageri yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR, Taufiq Effendi (F-PD).

dalam Rapat Komisi tersebut, Abdul Kadir karding mengatakan, menteri perhubungan pada Rapat Kerja di Komisi V DPR tanggal 23 Juni 2011 lalu telah menginformasikan bahwa ada peluang untuk memulangkan WNI yang dianggap bermasalah dan TKI yang overstayers dengan menggunakan pesawat haji yang kosong. “Menurut Konjen RI di Jeddah, secara prinsip pemerintah Arab Saudi tidak keberatan selama tidak mengganggu proses penerbangan jamaah haji,” ucap Karding.

Disisi lain, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, penerbangan jamaah haji meliputi 284 kelompok terbang (flight) dengan dua fase yang akan kembali ke Indonesia dalam kondisi kosong. Fase pertama pemberangkatan 2 - 31 Oktober 2011. Fase kedua, pemulangan 10 November - 20 Desember 2011. “Di Jeddah, Garuda hanya diberi waktu 1 jam untuk menurunkan penumpang, mengisi bahan bakar kemudian harus take off lagi, lebih dari itu akan kena penalti,” Ujar Emirsyah Satar menjelaskan.

Sementara itu Menteri Agama Suryadharma Ali juga mengatakan, dengan kuota haji yang dimiliki Indonesia sebesar 211.000 orang jamaah, maka ada peluang pada pesawat yang kosong sebanyak 476 penerbangan. Menag juga meminta agar proses pemulangan TKI sebisa mungkin tidak mengganggu jadwal keberangkatan dan pemulangan jamaah haji. Proses ini juga tidak boleh memiliki imbas bertambahnya biaya tiket pesawat yang harus ditanggung oleh jamaah. “Karena waktu yang dimiliki Garuda hanya 1 jam, maka harus ada yang mengurus data keimigrasian dan mengangkut TKI karena waktu parkir pesawat yang singkat. Pesawat juga tidak bisa mengangkut ke embarkasi lain,” ujarnya menegaskan.(mil/lie berbagai sumber)[sumber: dpp.pkb.or.id]
Share:

Selasa, 12 Juli 2011

PKB Sayangkan Masyhuri Tak Bisa Bertemu DPR

Polisi belum mengizinkan karena Mashyuri yang berstatus tersangka juga sedang diperiksa.

Panitia Kerja Mafia Pemilu Dewan Perwakilan Rakyat menyayangkan kepolisian yang tidak memberi izin pada tersangka manipulasi surat Mahkamah Konstitusi, Masyhuri Hasan, untuk memenuhi panggilan Panja. Anggota Panja Abdul Malik Haramain mengungkapkan, larangan itu justru mengundang tanya.

"Patut disayangkan sekaligus mengundang tanda tanya," katanya kepada VIVAnews.com di Jakarta, Selasa 12 Juli 2011.

Menurut dia, pertanyaan ada apa di balik larangan itu harus dijawab kepolisian. Sebab, tidak ada larangan pemanggilan oleh DPR terhadap seseorang, sekalipun statusnya tersangka. "Ada presedennya," ujarnya.

Politisi PKB itu mengungkapkan, mestinya polisi memfasilitasi pemanggilan Hasan. Sebab, bagi Panja sangat penting mendatangkan Hasan karena peran yang bersangkutan sangat penting terutama untuk membongkar dalang dan pelaku utama pemalsuan dan penggelapan surat MK.

"Karena itu, Panja tetap meminta Kapolri agar mengizinkan Saudara MH datang dan memberi keterangan dan penjelasan di depan Panja," katanya. "Begitu pentingnya keterangan MH, sehingga tidak bisa diwakili, sekalipun oleh tim penyidik."

Kemarin, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengatakan, kepolisian awalnya mengizinkan. Namun, belakangan izin itu dicabut. "Saya sudah menelepon Kapolri atas permintaan Komisi II. Awalnya Masyhuri Hasan diizinkan, satu jam kemudian, dia tidak bisa karena statusnya sebagai tersangka," kata Priyo di Jakarta, Senin 11 Juli 2011.

Menurut dia, kepolisian tidak mengizinkan Masyhuri memberi keterangan, karena penyidik kepolisian juga masih memeriksanya. "Jika menurut tata hukum sudah boleh, nantinya bisa," ujarnya. (art/VIVAnews)

Sumber: VIVAnews

Share:

Kamis, 23 Juli 1998

FPKB DPRD Tulungagung 2014 - 2019


DAFTAR ANGGOTA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) TULUNGAGUNG
PARTAI KEBANGKITAN BANGSA
TAHUN 2014 - 2019

NONAMA DAPIL
1.ADIB MAKARIM, MH.
TULUNGAGUNG I
2.CHOIRURROHIM, SH
TULUNGAGUNG II
3.H. ABDULLAH ALI MUNIB, SH
TULUNGAGUNG II
4.Drs. H. MASHUD
TULUNGAGUNG III
5.LILIK HERLIN, SP
TULUNGAGUNG IV
6.H. M. ZAENUDIN, BA
TULUNGAGUNG V
Share:

Senin, 23 Februari 1998

FPKB DPRD Jawa Timur


DAFTAR ANGGOTA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) PROVINSI JAWA TIMUR
FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA

NONAMA DAPIL
1.Abdul Halim Iskandar, M.PdDapil JATIM VIII
2.Dra. Hj. MA'MULAH HARUN, M.Pd.IDapil JATIM III
3.H.M. MIFTAHUL ULUM. S.Ag, M.Si.Dapil JATIM IV
4.H. FATCHULLAH, SHDapil JATIM IV
5.H. Thoriqul Haq, M.ML.Dapil JATIM IV
6.Badrut Tamam, S.Psi.Dapil JATIM XI
7.Dra. Hj. KHOFIDAHDapil JATIM V
8.CHUSAINUDDIN, S.SosDapil JATIM VI
9.Dra. Hj. Anisa Syakur M.AgDapil JATIM II
10.Drs. H. SUPARTA, M.M., M.Sc.Dapil JATIM X
11.Dra. Hj. AISYAH LILIA AGUSTINA, M.SiDapil JATIM VIII
12.KHOZANAH HIDAYATI, S.P.Dapil JATIM IX
13.ALYADY, S.I.P.Dapil JATIM XI
14.H.M. KA'BIL MUBAROK, M.Hum, SH.IDapil JATIM I
15.Dra. Hj. AIDA FITRIATI, M.Pd.I.Dapil JATIM II
16.Drs. H. AKIK ZAMAN, M.Pd.IDapil JATIM III
17.H. AHMAD TAMIM, S.H.I.Dapil JATIM VI
18.H. KUSNI MUH HUSNIDapil JATIM VII
19.H. MAKIN ABBAS, Lc, MADapil JATIM X
20.Hj. ANIK MASLACHAH, S.Pd, M.SiDapil JATIM I
Share:

FPKB DPR RI


DAFTAR ANGGOTA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (DPR RI)
FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA

NONAMA DAPIL
1.H. IRMAWAN, S.Sos., M.M.ACEH I
2.MARWAN DASOPANGSUMATERA UTARA II
3.Ir. H.M. LUKMAN EDY, M.Si.RIAU II
4.H. HANDAYANI, SKMJAMBI
5.BERTU MERLAS, STSUMATERA SELATAN II
6.Drs. H. MUSA ZAINUDDINLAMPUNG I
7.NURHAYATI, SHLAMPUNG II
8.H. CUCUN AHMAD SYAMSURIJAL, S.AgJAWA BARAT II
9.NENG EEM MARHAMAH ZULFA HIZ, S.Th.IJAWA BARAT III
10.KRISNA MUKTIJAWA BARAT VII
11.H. DEDI WAHIDI, S.Pd.JAWA BARAT VIII
12.KH. MAMAN IMANUL HAQJAWA BARAT IX
13.H. YANUAR PRIHATIN, M.SiJAWA BARAT X
14.H. ACEP ADANG RUHIAT, M.siJAWA BARAT XI
15.H. ALAMUDDIN DIMYATI ROISJAWA TENGAH I
16.Drs. FATHANJAWA TENGAH II
17.ARVIN HAKIM THOHAJAWA TENGAH III
18.Drs. MOHAMMAD TOHA, S.Sos., M.Si.JAWA TENGAH V
19.H. ABDUL KADIR KARDING, S.Pi, M.SiJAWA TENGAH VI
20.Drs. H. TAUFIQ R. ABDULLAHJAWA TENGAH VII
21.SITI MUKAROMAH, S.AgJAWA TENGAH VIII
22.H. BACHRUDIN NASORI, S.Si, M.M.JAWA TENGAH IX
23.H. YAQUT CHOLIL QOUMASJAWA TENGAH X
24.Drs. H. BISRI ROMLY, MM JAWA TENGAH X
25.H. AGUS SULISTIYONO, S.E, MTD.I. YOGYAKARTA
26.ARZETTY BILBINA SETYAWAN, SE.JAWA TIMUR I
27.SYAIKHUL ISLAM, Lc, M.SosioJAWA TIMUR I
28.ABDUL MALIK HARAMAIN, M.Si.
29.Hj. NIHAYATUL WAFIROH, MAJAWA TIMUR III
30.Ir. M. NASIM KHANJAWA TIMUR III
31.Drs. HM.SYAIFUL BAHRI ANSHORI, MPJAWA TIMUR IV
32.HADI ZAINAL ABIDIN, S.Pd, MM, MPHJAWA TIMUR IV
33.Dra. Hj. LATHIFAH SHOHIBJAWA TIMUR V
34.H. AN'IM FALACHUDDIN MAHRUSJAWA TIMUR VI
35.Drs. H. IBNU MULTAZAMJAWA TIMUR VII
36.Drs. A. MUHAIMIN ISKANDAR, M.Si JAWA TIMUR VIII
37.Dra. HJ. IDA FAUZIYAH, MSiJAWA TIMUR VIII
38.Dr. Hj. ANNA MU'AWANAHJAWA TIMUR IX
39.JAZILUL FAWAID, S.Q. MAJAWA TIMUR X
40.Dr. KH. KHOLILURRAHMAN, SH, M.SiJAWA TIMUR XI
42.Dra. Hj. SITI MASRIFAH, MABANTEN III
43.A. HELMY FAISHAL ZAININUSA TENGGARA BARAT
44.DANIEL JOHAN, SEKALIMANTAN BARAT
45.Dr. H. ZAINUL ARIFIN NOOR, SE, MMKALIMANTAN SELATAN I
46.H. ABDUL LATIEF HANAFIAH, M.KALIMANTAN SELATAN II
47.HJ. ROHANI VANATHMALUKU
48.PEGGI PATRISIA PATTIPIPAPUA


Share: