Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Januari 2018

Musyawarah Kerja DPC PKB Tegaskan Dukungan ke Margiono sebagai Cabub

TULUNGAGUNG – DPC PKB Tulungagung gelar Musyawarah Kerja di hotel Narita. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu (6/1/2018) dihadiri pengurus DPC beserta banom-banom, dan seluruh Pengurus Anak Cabang se Kabupaten Tulungagung.

Dalam sambutanya, Adib Makarim, selaku ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Tulungagung mengatakan, PKB yang notabenenya partai yang lahir dari NU, menduduki peringakt ketiga di Kabupaten Tulungagung setelah PDIP dan Gerindra.

“Perlu kita ketahui bersama, bahwa PKB di Jawa Timur adalah partai pemenang di antara semua partai. Tapi di kancah nasional, masih masuk jajaran 5 besar,” ungkapnya mengawali sambutannya.

Penduduk Indonesia ada 200 juta lebih. Umat NU sekitar 90 juta pemilih, dan PKB masih memperoleh 10 juta suara. Termasuk di Tulungagung, PKB memperoleh urutan ketiga.

Wakil Ketua DPRD Tulungagung ini berharap wakil-wakil yang ada di DPR lebih banyak. nantinya PKB yang menyuarakan aspirasi warga Nahdiyin yang merupakan mayoritas di Tulungagung. Dia juga memanggil kader-kader terbaik NU di Desa dan Kecamatan mulai hari ini cari calon legeslatif.

“Kita ingin wakil-wakil yang ada di Tulungagung ini muncul dari kader-kader NU, Anshor, IPNU, IPPNU, Fatayat, PMII atau para pengurus NU. Kami tidak puas kalau fraksi ini hanya ada 6 orang saja ujarnya

Dalam musyawarah kerja ini PKB juga menegaskan dukungannya kepada Margiono, "Diforum kali ini kita juga telah menegaskan untuk calon Bupati Tulungagung kita Mendukung, Memenangkan dan Mensukseskan Beliau Bapak Margiono, istilahnya DDC Do'a, Dukung, Coblos. pungkasnya diakir acara [JATIMTIMES]
Share:

Selasa, 07 Agustus 2012

KH. Maruf Amin: Saatnya Warga Nahdliyin Kembali ke PKB

Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah satu-satunya partai politik yang secara institusional dilahirkan oleh Nahdlatul Ulama (NU). Sebab itulah sebagai konsekuensi logis-ideologis maka segenap warga Nahdliyin sudah semestinya kembali dan membesarkan PKB sebagai satu-satunya saluran aspirasi politik.

Demikian anjuran tokoh ulama NU, KH. Maruf Amin, pada saat acara tasyakuran penganugerahan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa bidang Hukum Ekonomi Syariah oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang diselenggarakan oleh DPP PKB di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi (Senin, 6/8), Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki hubungan yang tidak hanya bersifat ideologis, namun sekaligus biologis. Menurutnya, hubungan NU dan PKB telah terpatri kuat secara lahir-batin, layaknya sebagai orang tua dan anak.

"Tiba saatnya bagi kita, kaum Nahdliyyin, kaum Ahlussunnah wal Jama’ah, umat Islam dan rakyat Indonesia untuk kembali ke PKB demi mengutamakan almashlahah al’ammah (kemaslahatan publik) yang jauh lebih besar, yakni kemaslahatan umum lebih didahulukan daripada kemaslahatan individu," tandas Kiai keturunan Syekh Nawawi Al-Bantani itu

Imbauannya untuk kembali ke PKB dilandasi oleh beberapa alasan. Pertama, PKB merupakan satu-satunya partai yang dilahirkan dari rahim NU. PKB merupakan satu-satunya "anak kandung" NU yang memiliki ideologi yang sama dalam konteks keagamaan, kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan. Garis besar perjuangan partai ini tertuang secara jelas dalam visi, misi dan tujuan sebagaimana dapat dilihat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai.

Kedua, PKB merupakan partai yang diprakarsai dan dibentuk oleh ulama dan kiai NU yang mewariskan nilai-nilai keulamaan dan keutamaan bagi kepentingan umat dan bangsa. Partai ini merupakan perwujudan dari semangat, perjuangan dan pengabdian dari para ulama dan kiai NU secara kongkrit dalam bidang politik untuk umat dan bangsa Indonesia. Ketiga, PKB merupakan partai yang didirikan dan dideklarasikan oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bersama-sama para ulama dan para Kiai lainnya, yaitu KH. Munasir Ali, KH. Ilyas Ruchyat, KH. A. Musthofa Bisri dan KH. A. Muhith Muzadi.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, pun menyatakan kesediaannya untuk mendukung ajakan Kiai Maruf Amin tersebut.

"Kita membesarkan dan mengembalikan kejayaan PKB sehingga ke depan menjadi partai papan atas yang mampu meraih suara 10 persen pada tahun 2014," tegas Cak Imin, panggilan akrab Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia itu

Apalagi, lanjutnya, kesediaan ulama-ulama dan tokoh-tokoh yang dulunya berpindah ke partai lain, kini telah kembali memberikan dukungan kepada PKB, semakin memberikan adanya optimisme yang luar biasa bagi berkembangnya PKB di masa yang akan datang. [ald]

Sumber: RMOL | Senin, 06 Agustus 2012
Share:

Senin, 09 Juli 2012

KH Sahal Mahfudz Tegaskan PKB Anak Kandung NU

Jakarta - Fakta sejarah yang menyatakan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merupakan akan kandung Nahdatul Ulama (NU) semakin mencuat.

Dalam pertemuan dengan Ketua Dewan Syuro PKB KH M Abdul Azis Mansyur, Rois Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudz mengakui bahwa PKB merupakan anak kandung NU.

“Karena itu, beliau (KH Sahal Mahfudz) meminta PKB lebih mandiri dalam pentas politik nasional,” ujar anggota Dewan Syuro DPP PKB KH Maman Imanulhaq yang ikut hadir dalam silaturahim di Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, Jawa Tengah, Sabtu (7/7/2012).

Pertemuan antara KH Sahal Mahfudz dan KH M Abdul Azis Mansyur berlangsung selama satu jam, mulai dari pukul 09.00 WIB sampai 10.00 WIB. Dalam kesempatan ini, KH Sahal Mahfudz di dampingi Gus Rojin abdul Ghoffar dan KH Azis Masnyur di dampingi Abdul Haris.

KH Maman Imanulhaq menjelaskan, silaturahim berlangsung sangat hangat. Di awal pembicaraan, KH Azis Mansyur menyampaikan bahwa silaturahim ini merupakan bentuk peneguhan kembali komitmen PKB sebagai sayap politik NU. Artinya, PKB siap melayani NU, ulama, kaum santri, dan pesantren. “Beliau juga meminta petunjuk kepada KH Sahal Mahfudz tentang bagaimana gerak PKB ke depan,” tuturnya.

Selaku tuan rumah, KH Sahal Mahfudz berpesan silaturahim di antara nahdliyin harus senantiasa digalakkan karena menjadi bagian dari ruh NU. Beliau juga menegaskan bahwa pekerjaan besar PKB adalah mengembalikan nilai-nilai perjuangan.

Guna mewujudkan semua itu, menurut KH Sahal Mahfudz, para pengurus PKB harus senantiasa menjalin komunikasi secara intens dengan PBNU dan para ulama dalam setiap gerak dan langkahnya. “Menurut beliau, semua persoalan di Senayan seyogyanya selalu dikonsultasikan dulu dengan para ulama,” ujarnya.

Kendati demikian, menilik perjalanan PKB selama hampir 14 tahun, KH Sahal Mahfudz menegaskan partai berlambang bintang sembilan itu sudah mengalami banyak kemajuan. Baik dalam hal struktur, infrastruktur, kedewasaan berpolitik, serta program-program kerjanya.

Di penghujung pembicaraan, KH Maman Imanulhaq mengungkapkan silaturahim antara KH Azis Mansyur dengan KH Sahal Mahfudz menghasilkan sejumlah kesepahaman. Di antaranya, komitmen PKB untuk senantiasa mengkomunikasikan kegiatan-kegiatannya ke PBNU, khususnya kepada Rois Aam PBNU.

Laporan kegiatan PKB, menurut dia, secara berkala akan disampaikan setiap dua bulan sekali ke PBNU dan KH Sahal Mahfudz. “Insya Allah silaturahim akan dilakukan secara berkala,” tutupnya.

Sumber: PKB Online | Sab, 07/07/2012
Share:

Minggu, 20 November 2011

Resolusi Jihad 1945 layak masuk sejarah NKRI

Jakarta (ANTARA News) - Momen Resolusi Jihad yang mengobarkan peristiwa perang 10 November 1945, yang dipelopori keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dinilai layak masuk dalam buku Sejarah Perjuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kita menghidupkan kembali spirit dan ruh Resolusi Jihad NU 22 Oktober 1945 dan epos kepahlawanan 10 November 1945. Sejarah ini tidak tercatat dalam buku sejarah. Dengan kirab, kita ingatkan pemerintah bahwa Resolusi Jihad ini perlu masuk dalam sejarah nasional seperti Perang Diponegoro dan Perang Imam Bondjol," kata Ketua Pelaksana Nasional Muhaimin Iskandar, di Surabaya, Minggu (20/11).

Oleh karena itu, kata Menakertrans itu, dalam memperingati hari Resolusi Jihad itu, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama menggelar kirab 'Resolusi Jihad' dengan rute Surabaya-Jakarta, mulai 20-25 November 2011.

Dalam keterangan tertulisnya itu, Muhaimin mengatakan, kirab juga didukung oleh Jam'iyah Ahli Thariqat Mu'tabarah An-Nahdliyah, PP Fatayat NU, PP Saburmusi, PP IPNI, PP IPPNU, LPSNU Pagar Nusa yang berangkat dari Surabaya menujun ke Jakarta.

Muhaimin Iskandar yang sehari-sehari sebagai Ketua umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di dalam kirap Resolusi Jihad ini menjabat sebagai ketua dewan pengarah.

"Melalui Kirab Resolusi Jihad ini, warga Nahdliyin ingin mengabarkan ke seluruh negeri bahwa Resolusi Jihad tidak lagi hanya menjadi peristiwa sejarah yang terpendam ataupun hanya menjadi menjadi sejarah lisan," katanya.

Kirab Resolusi Jihad ini, kata Cak Imin, juga merupakan ikhtiar dan seruan agar Resolusi Jihad diperingati setiap tahun untuk mengenang sejarah dan meneladani perjuangan ulama dan kiai NU dalam mempertahankan bangsa, negara, dan agama dari ancaman musuh.

"Kirab ini juga bertujuan untuk memberikan pesan kuat kepada generasi sekarang agar menstransformasikan jihad di era globalisasi dengan berjihad membangun negeri, menghadirkan kesejahteraan, menebarkan rasa aman dan kedamaian serta melanggengkan persatuan dan kesatuan di bumi nusantara," ujar Muhaimin.

Kirab Resolusi Jihad dimulai tanggal 20 November hingga 25 November 2011. Kirab Resolusi Jihad ini akan dimulai dari Monumen Resolusi Jihad di Kantor PCNU Kota Surabaya menuju Gresik, Lamongan, Tuban, Rembang, Pati, Kudus, Demak, Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Cirebon, Indramayu, Subang, Karawang, Bekasi, dan berakhir di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat.

Kirab tersebut akan mengarak Sang Saka Merah Putih dan Bendera NU oleh pasukan jalan kaki, ratusan sepeda motor dan puluhan mobil yang mengibarkan panji-panji Merah Putih dan NU di sepanjang jalan mulai dari Surabaya hingga Jakarta selama 6 hari perjalanan.

Kegiatan ini akan melibatkan ribuan massa NU di setiap kabupaten/kota yang akan dilalui oleh Kirab Resolusi Jihad. Mereka akan menyambut konvoi kirab dengan menggelar upacara serah terima bendera Merah Putih dan NU serta berbagai kegiatan sosial, demikian Muhaimin.(*)

Sumber: ANTARA News | Minggu, 20 November 2011
Share:

KIRAB RESOLUSI JIHAD : Ketua Umum PBNU Resmi Berangkatkan Barisan

Surabaya - Barisan Kirab Resolusi Jihad yang diselenggarakan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU), diberangkatkan. Barisan kirab menuju Jakarta dari Kantor PCNU Kota Surabaya di Jalan Bubutan-Jalan Pahlawan ini secara resmi dilepas oleh Ketua PBNU KH Said Agil Siroj, Ahad (20/11).

Barisan Kirab Resolusi Jihad yang diikuti 10 mobil yang membawa dan mengawal bendera Merah Putih, bendera lambang NU, serta bendera badan otonom (banom) NU serta ormas, serta diikuti ribuan warga NU yang mengendarai sepeda motor, mobil pribadi, hingga perkumpulan Jeep PKB itu.

Dalam iring-iringan kendaraan Kirab Resolusi Jihad, nampak dihadiri Ketua Panitia Pelaksana Koordinator Nasional Kirab Resolusi Jihad, Imam Nahrawi. Ketua Panitia Pengarah Nasional Kirab Resolusi Jihad yang juga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta menjabat sebagai Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Menteri PDT Helmy Faishal Zaini serta Ketua Koordinator Daerah Musyafak Rouf yang juga Wakil Ketua DPRD Surabaya dan juga Ketua DPC PKB Surabaya.

Selain itu artis ibu kota kelahiran Surabaya Ahmad Dhani juga ada di tengah-tengah undangan. Ahmad Dhani memang dikenal sebagai pengagum berat Gus Dur.

Rombongan Kirab Resolusi Jihad ini akan melintasi 21 kabupaten dan kota di jalur pantura seperti Gesik-Lamongan-Tuban-Rembang-Pati-Kudus-Demak-Semarang-Kendal-Batang-Pekalongan-Pemalang-Tegal-Brebes-Cirebon-Indramayu-Subang-Karawang-Bekasi-Jakarta Timur-Tugu Proklamasi-Kantor PBNU di Jakarta Pusat. Perjalanan Kirab Resolusi Jihad Nasional ini akan menempuh perjalanan selama lima hari mulai 20-25 November 2011.

"Setiap di kabupaten atau kota, akan berhenti dan diterima ketua NU dan kepala daerah tersebut," ujar Ketua Panitia Pelaksana Koordinator Nasional Kirab Resolusi Jihad, Imam Nahrawi.

Sumber: NU Online | 20/11/2011
Share:

Ribuan Warga NU Lepas Kirab Resolusi Jihad

Surabaya - Sekitar 2.000 warga Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah di Jawa Timur, Minggu siang, 20 November 2011, berkumpul untuk mengikuti acara pelepasan Kirab Resolusi Jihad dengan garis start dimulai dari kantor PCNU Kota Surabaya di Jalan Bubutan Surabaya, siang tadi, 20 November 2011.

Peserta kirab mengarak tiga bendera, yakni bendera Merah Putih, bendera NU, dan Bendera Mu'tabarah An-Nahdliyah (thoriqoh NU). Mereka akan menyusuri 21 kabupaten dan kota hingga tiba di Jakarta, Selasa, 22 November 2011.

Daerah-daerah yang dilewati yakni Gresik-Lamongan-Tuban, Jawa Timur. Perjalanan dilanjutkan menyusuri daerah-daerah di Jawa Tengah, seperti Rembang-Pati-Kudus-Demak-Semarang-Kendal-Batang-Pekalongan-Pemalang-Tegal-Brebes. Tahap berikutnya adalah daerah-daerah di Jawa Barat, yakni Cirebon-Indramayu-Subang-Karawang-Bekasi.

Peserta kirab memasuki finis di lapangan Monumen Nasional, Jakarta. Kemudian tiga bendera tersebut dibawa untuk disimpan di kantor PBNU, Jakarta.

Di setiap daerah yang dilewati, masing-masing Ketua PCNU akan menjadi koordinator daerah. Dari Surabaya, tiga bendera yang dibawa peserta kirab diserahkan kepada Ketua PCNU Gresik dan seterusnya. "Di Tuban, peserta kirab akan berhenti semalam dan akan digelar istiqosah di Alun-alun Tuban," ujar Nahrowi.

Semula, kirab dilakukan dengan berjalan kai. Namun karena banyaknya peserta, panitia memutuskan menggunakan sebuah bus dan sembilan mobil pribadi.

Kirab dilepas Ketua PBNU Said Aqil Siradj dan Ketua Pengarah Nasional Kirab Muhaimin Iskandar. Meski kirab diselenggarakan warga NU, acara pelepasan dihadiri sejumlah petinggi Partai Kebangkitan Bangsa.

Selain Ketua Umum Muhaimin Iskandar, juga tampak Ketua Dewan Syuro PKB, Sekjen PKB yang juga Koordinator Nasional Kirab, Imam Nahrowi, dan Ketua PKB Surabaya sebagai Koordinator Daerah Kirab, Musyafak Rouf. Ketua Dewan Syuro DPP PKB Kiai Aziz Mansyur juga hadir, serta Menteri Negara Percepatan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini. "Ini murni acaranya NU, kebetulan tokoh-tokoh PKB memang orang NU sehingga wajar saja turut hadir,” kata Imam Nahrowi.

Said Aqil Siraj mengatakan, kirab merupakan salah satu upaya NU memperingati dan merekonstruksi resolusi jihad yang dicetuskan oleh para ulama NU pada 22 Oktober 1945. Resolusi jihad tersebut menyulut pertempuran dahsyat arek-arek Suroboyo melawan Belanda pada 10 November 1945. "Ini bentuk sosialisasi dan internalisasi semangat resolusi jihad kepada seluruh elemen bangsa," papar Said Aqil.

FATKHURROHMAN TAUFIQ

Sumber: TEMPO Interaktif | Minggu, 20 November 2011
Share:

Jumat, 18 November 2011

Warga NU Gelar Kirab Revolusi Jihad

Surabaya - Sekitar 300 warga Nahdlatul Ulama yang terdiri dari kalangan pesantren, pengurus NU tingkat pusat hingga daerah, dan beberapa badan otonom NU, Minggu, 20 November 2011, akan menggelar Kirab Resolusi Jihad NU. Perserta kirab melakukan perjalanan dari Surabaya menuju ke Jakarta. "Kirab memakan waktu enam hari lima malam,” kata Koordinator Kirab, Imam Nahrowi, ketika menggelar keterangan pers Jum’at sore, 18 November 2011.

Kirab dimulai pukul 09.00 WIB dari halaman kantor DPC NU Kota Surabaya di Jalan Bubutan. Di tempat ini para ulama NU merumuskan Resolusi jihad NU yang dicetuskan 25 Oktober 1945. Rsolusi tersebut menjadi pelecut semangat perjuangan memerangi Belanda yang membonceng Inggris untuk menyerang Surabaya.

Peserta kirab akan membawa tiga bendera, yaitu bendera merah putih, bendera NU, serta bendera mu'tabarah an-nahdliyah (thoriqoh yang dianut warga NU). Ketiga bendera itu menjadi benda sakral karena melewati proses penyucian.

Sembilan orang penghafal Al-Qur’an membawa ketiga bendera itu untuk didoakan di seluruh makam Wali Songo, yakni dari Sunan Gunung Jati, Sunan Kali Jaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Gresik, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Bonang, dan Sunan Ampel.

Di seluruh makam itu, sembilan hafid (penghafal al-quran) membacakan doa-doa khusus sehingga tiga bendera benar-benar sakral dan suci. Tiga bendera itu juga didoakan secara khusus di makam Kiai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di komplek Pesantren Tebu Ireng, Jombang.

Proses pembacaan doa khusus bagi tiga bendera tersebut telah dimulai Kamis, 10 November 2011, dan hari ini sembilan penghafal quran sudah berada di Makam Gus Dur untuk terus berdoa hingga Minggu, 20 Novembre 2011. "Dari Jombang tiga bendera itu akan diambil oleh Ketua PBNU Kiai Said Aqil Siroj, Pak Muhaimin, serta beberapa kiai sepuh," ujar Imam Nahrowi. Dari Jombang, tiga bendera di bawa ke Surabaya untuk kemudian dikirab menuju ke Jakarta.

Jalannya kirab akan dilakukan estafet. Dimulai oleh pengurus NU Surabaya yang akan membawanya hingga ke kantor PCNU Gresik. Kemudian pengurus NU Gresik membawanya ke Lamongan, dilanjutkan ke Tuban, kemudian masuk Jawa Tengah hingga akhirnya finis di Tugu Monas. Di Monas akan digelar istiqosah dan diakhiri dengan membawa tiga bendera itu ke Kantor PBNU.

Semula, kirab dirancang dilakukan dengan jalan kaki. Kerena kondisi yang tidak memungkinkan, kirab akan digelar dengan menggunakan mobil. Namun sesekali peserta akan jalan kaki sekitar satu kilometer menjelang perbatasan antara daerah yang satu dengan daerah lainnya.

Imam Nahrowi menegaskan, kirab dilakukan sebagai bentuk sosialisasi dan internalisasi semangat Resolusi Jihad kepada seluruh elemen bangsa. "Peristiwa resolusi jihad cenderung dilupakan, ini momentum untuk kembali mengingatkan arti pentingnya resolusi jihad," paparnya.

Adapun doa yang dipanjatkan sembilan penghafal Al Qur’an di sembilan makam Wali Songo serta makam Gus Dur, dimaksudkan juga untuk mendoakan bangsa Indonesia segera menuju bangsa yang makmur, adil dan beradab.

FATKHURROHMAN TAUFIQ

Sumber: TEMPO Interaktif | Jum'at, 18 November 2011
Share:

Sabtu, 12 November 2011

Kirab Resolusi Jihad, Merah Putih Akan Diarak Ratusan Warga NU Menuju Jakarta Dari Surabaya

Jakarta - Ratusan massa Nahdlatul Ulama dijadwalkan akan mengadakan kegiatan kirab, guna menyaambut Hari Pahlawan 10 November. Acara yang rencananya akan dilaksanakan mulai tanggal 20 – 25 November 2011ini bertajuk Kirab Resolusi Jihad. Dikatakan oleh oleh Ketua Panitia Nasional Kirab, Imam Nahrawi yang juga Sekjen DPP PKB, Kamis (11/10/2011) di Aula Gedung PBNU Lantai 8, Nantinya Kirab ini akan mengarak sang saka Merah Putih dan Bendera Nahdlatul Ulama yang dilakukan oleh pasukan jalan kaki, ratusan sepeda motor dan puluhan mobil yang mengibarkan panji-panji Merah Putih dan NU disepanjang jalan mulai dari Surabaya hingga Jakarta selama enam hari perjalanan.

"Kegiatan ini akan melibatkan ribuan massa NU di setiap kabupaten/kota yang akan dilalui oleh Kirab Resolusi Jihad. Mereka akan menyambut konvoi kirab dengan menggelar upacara serah terima bendera Merah Putih dan Nahdlatul Ulama dan berbagai kegiatan sosial," kata Imam Nahrawi.

Dikatakan oleh Imam, bahwa agenda kegiatan kirab ini dalam pelaksanaannya nanti, akan memberikan santunan kepada keluarga pahlawan, anak yatim, pemberian bea siswa bagi anak berprestasi serta apel pasukan, gelar seni dan budaya lokal, maupun pengajian akbar di daerah yang dilalui kirab Resolusi Jihad.

"Kirab Resolusi Jihad tersebut, tentunya kami harapkan akan mampu menumbuhkan kembali semangat perjuangan, nasionalisme, patriotisme dan spirit rela berkorban demi tegaknya NKRI. Termasuk, mengambil keteladanan dari para kiai dan pahlawan yang dahulu mencetuskan Resolusi Jihad," ungkapnya.

Lebih lanjut imam menjelaskan, bahwa Kirab Resolusi Jihad ini akan dimulai dari monumen Resolusi Jihad di Kantor PCNU Kota Surabaya menuju Gresik, Lamongan, Tuban, Rembang, Pati, Kudus, Demak, Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Cirebon, Indramayu, Subang, Karawang, Bekasi, dan berakhir di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat.

"Kirab ini akan mengarak Sang Saka Merah Putih dan Bendera Nahdlatul Ulama oleh pasukan jalan kaki, ratusan sepeda motor dan puluhan mobil yang mengibarkan panji-panji Merah Putih dan NU disepanjang jalan mulai dari Surabaya hingga Jakarta selama 6 hari perjalanan," sergahnya.

Selain itu dikatakan pula oleh Muhaimin Iskandar yang juga sebagai penggagas kegiatan kirab ini, Kita wajib bersyukur atas kegiatan soft launching untuk melanjutkan cita – cita perjuangan ulama untuk kemerdekaan bangsa ini. Seperti yang kita ketahui bahwa sebenarnya banyak peran dari para ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan namun hal ini tidak pernah tercatat secarah utuh dalam sejarah.

Lebih lanjut Cak Imin panggilan akrab dari Muhaimin menerangkan, bahwa awal kegiatan ini berawal saqat Cak Imin bertemu dengan Habib Lutfi yang pada saat itu sedang melakukan perjalan bersama menuju Jawa Tengah dalam peretmuan di sebuah kereta itu terjadilah pembicaraan. Dimana Cak Imin ditantang oleh Habib Lutfi untuk kesanggupannya berjalan kaki dari Jakarta menuju Surabaya untuk mengawal Bendera Merah Putih. Dari hal tersebut Cak Imin berusaha untuk mengaktualisasikannya sebagai salah satu bentuk untuk mengingatkan kembali rasa cinta tanah air kita sebagai anak bangsa yang kian hari semakin tergerus dan lupa dengan makna perjuangan serta rasa nasionalisme yang kian hari kian luntur.

Cak imin juga mengatakan bahwa pengaktualisasian ini juga karena didasari kemirisan dari Habib Lutfi yang melihat anak – anak muda sekarang sudah kehilangan jati dirinya dan sudah tidak lagi mau menghargai Bendera Merah Putih. Selain itu Cak Imin juga melihat kurang populisnya Bendera atau panji – panji NU dikalangan Warga Nahdliyin sendiri sehingga Cak Imin memiliki rasa tanggung jawab untuk kembali memperkenalkan symbol – symbol dan panji – panji NU kepada masyarakat Nahdliyin. (lie)

Sumber: PKB Online | Kamis, 10 November 2011
Share:

PBNU Upayakan Pengakuan Resolusi Jihad secara Nasional

Jakarta - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan akan melakukan upaya agar Resolusi Jihad, yang telah mengobarkan semangat perlawanan rakyat Surabaya pada tentara sekutu, dalam peristiwa 10 November diakui secara nasional.

Meskipun Resolusi Jihad menjadi rujukan masyarakat dalam melawan penjajah, tapi peran tersebut belum diakui. Dalam buku-buku, pelajaran sejarah tidak disebutkan adanya Resolusi Jihad sehingga jika sejarah tersebut tidak diluruskan, dikhawatirkan nanti menjadi hilang.

“NU punya andil besar dalam melawan penjajah, ini tak bisa dipungkiri. Mungkin ada orang yang memang benar-benar tidak tahu, tapi ada pula yang pura-pura tidak tahu,” katanya dalam Soft Lauching Kirab Resolusi Jihad yang diselenggarakan di gedung PBNU, Kamis (10/11).

Ia menjelaskan, Resolusi Jihad dilatarbelakangi permintaan dari Soekarno, Hatta dan Panglima Soedirman kepada KH Hasyim Asy’ari, fatwa bagaimana hukumnya membela tanah air. Dari situlah para ulama akhirnya berkumpul dan menghasilkan Resolusi Jihad, yang menemukan momentum yang tepat di Surabaya.

Sebelum mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy’ari telah mengeluarkan Fatwa Jihad yang berisi tiga hal

  1. Hukumnya memerangi orang kafir yang merintangi kepada kemereekaan kita sekarang ini adalah fardhu ain bagi tiap-tiap orang Islam yang mungkin, meskipun fakir;

  2. Hukumnya orang yang meninggal dalam peperangan melawan NICA serta komplotan-komplotannya adalah mati syahid;

  3. Hukumnya orang yang memecahkan persatuan kita sekarang ini wajib dibunuh.



Mengingat perannya yang signifikan dalam pertempuan 10 November yang mampu mengusir NICA dari Surabaya, Kiai Said meminta agar Resolusi Jihad menjadi hari penting. Selain itu, ia juga meminta agar peringatan hari Pahlawan dipusatkan di Surabaya sebagai tempat kajadian peristiwa, bukan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Dirinya juga akan mengusulkan KH Wahab Hasbullah sebagai pahlawan nasional karena mantan rais aam PBNU tersebut, terlibat aktif dalam mendorong dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, termasuk diantaranya keterlibatannya dalam pertempuran 10 November, menjadi salah seorang komandan, dengan markas di Silawan Kerto.

Sedikitnya terdapat 20 kiai yang menjadi komandan dalam pertempuran besar tersebut, tetapi setelah kondisi aman, para kiai kembali ke pesantrennya, dari berjihad melawan orang kafir menjadi mujtahid, berfikir untuk mengembangkan ilmu dan mengajar masyarakat.

“Para kiai sebenarnya ikhlas, tak peduli jasanya disebut atau tidak, tetapi ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk menunjukkan peran NU pada bangsa,” paparnya.

Yang unik dari pertempuran Surabaya tersebut adalah adanya tentara dari India beragama Islam, yang melakukan desersi karena tidak tentara tersebut beragama Islam sehingga tidak mau membunuh sesama muslim. Diantara tentara tersebut adalah Letnan Ziaul Haq, yang di kemudian hari menjadi presiden Pakistan. (Mukafi Niam)

Sumber: NU Online | 10/11/2011
Share:

Senin, 26 September 2011

Kang Said: Bom Solo Sudutkan Islam, Pemerintah Harus Segera Ungkap Motifnya

Jakarta, Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Kejadian tersebut dinilai akan semakin menyudutkan nama Islam, dan Pemerintah diminta segara mengungkap motif dibalik aksi tak beranggungjawab tersebut.

Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj mengatakan, mengaca pada kejadian yang sama sebelumnya, aksi bom bunuh diri yang mengakibatkan satu korban jiwa tersebut akan semakin menyudutkan nama Islam, yang acap kali menjadi kambing hitam asal pelaku pengeboman. Kejadian ini juga dianggap akan menjadikan Indonesia semakin dinilai miring oleh dunia internasional.

"Jelas kami sangat menyayangkan. Kenapa di negeri yang sudah mulai kondusif ini masih ada aksi-aksi tak bertanggungjawab seperti itu? Apalagi untuk nama Islam, kejadian ini akan semakin menyulitkan upaya perbaikan nama yang tengah kami lakukan, yang juga dilakukan oleh teman-teman Ormas lainnya," ungkap Kiai Said di Jakarta, Minggu, 25 September 2011.

Kiai Said juga menegaskan, untuk mengembalikan citra Indonesia sebagai negara yang aman, PBNU meminta agar aparat keamanan, baik dari kepolisian, TNI dan unsur lainnya bisa secara serius mengungkap aksi bom bunuh diri tersebut. Aktor di balik pengeboman dan motif yang mendasarinya harus segera diungkap.

"Jangan sampai berlarut-larut, karena nama Indonesia juga yang akan terkena imbasnya," tandas Kang Said, demikian Kiai Said masyhur disapa.

Sambil menunggu selesainya proses penyelidikan untuk mengungkap motif aksi bom bunuh diri tersebut, Kang Said meminta Nahdliyin senantiasa mengedepankan kewaspadaan. Seruan ini disampaikan atas dasar seluruh warga negara, apapun agama dan latar belakang yang dimilikinya, sudas semestinya hidup berdampingan saling menjaga satu sama lain.

"Kita ini hidup dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Tidak semestinya ada sekelompok orang, apapun alasannya untuk melakukan penyerangan, pengemboman atau teror dalam bentuk lain terhadap warga negara lainnya," tegas Kang Said.

Aksi bom bunuh diri terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah, Minggu, 25 September 2011 pagi. Hingga sore ini satu orang yang diduga pelaku pengeboman dipastikan meninggal dunia, sementara 22 orang mengalami luka berat dan ringan, serta dirawat intensif di RS dr Oen dan RS Bryata Minulya.(Samsul Hadi/Emha Nabil Haroen)

Sumber: NU Online | Minggu, 25 September 2011
Share:

Minggu, 24 Juli 2011

Indonesia Tidak Akan Bangkrut

Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siraj, menyatakan bahwa Indonesia tidak akan bangkrut jika bangsa ini senantiasa optimistis dan bersatu.

"Kalau kita yakin, Indonesia tidak akan bangkrut," kata Said Aqil saat puncak peringatan hari kelahiran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-13 di Jakarta, Sabtu malam.

Oleh karena itu, lanjutnya, para elit dan tokoh masyarakat selayaknya menyebarkan optimisme kepada masyarakat, bukan sebaliknya menyebarkan pesimisme.

"Mengkritik wajib, tetapi hendaknya disampaikan dengan baik," katanya.

Kepada PKB, Said Aqil berpesan agar partai yang terlahir dari NU itu menjadikan moral sebagai panglima di dalam perjuangannya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, menilai pemerintah saat ini masih berjalan di rel yang benar.

"Alhamdulillah eksekutif masih berjalan dan bekerja lurus," kata Muhaimin yang juga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Dalam pidatonya Muhaimin juga menyinggung demokrasi di Indonesia yang diakuinya belum ideal karena masih kental diwarnai politik uang.

Namun, kata Muhaimin, PKB yakin jika suatu saat nanti demokrasi Indonesia akan lebih baik seiring dengan meningkatnya pendidikan dan kesadaran politik rakyat.

"Nanti partisipasi politik rakyat akan lebih beradab. Nanti pada gilirannya rakyat akan sadar," katanya.

Lebih lanjut Muhaimin mengatakan, sebagai partai yang lahir pada awal reformasi, PKB telah

ikut serta dalam perjalanan reformasi bangsa, termasuk di dalam menyusun perubahan UUD 1945.

"Kita punya peran nyata dalam reformasi. Itu fakta sejarah yang patut dibanggakan. PKB mendukung penyempurnaan sekali lagi UUD 1945," katanya.

PKB, kata Muhaimin, juga paling terdepan dalam membentuk Mahkamah Konstitusi (MK), bahkan kader PKB, Mahfud MD, kini memimpin lembaga itu.

"Alhamdulillah kader kita, Pak Mahfud MD, akhirnya menjadi Ketua MK dengan baik dan maksimal walau kadang banyak yang menilai kebablasan karena ketika DPR capai-capai membuat undang-undang lalu dibatalkan begitu saja," kata Muhaimin disambut tawa dan tepuk tangan undangan yang hadir.

Sementara terkait dinamika internal PKB, Muhaimin menyatakan hal itu sesuatu yang wajar dan dialami juga oleh partai lain.

"Jangan khawatir, semua partai mengalami hal sama. Partai perlu pendewasaan. Sebab, baru berapa tahun dan kita tak punya pengalaman ini di masa Orde Baru," katanya.(T.S024/Z002)

sumber: ANTARA News
Share:

Senin, 06 Juni 2011

WAKIL RAKYAT: PKB Tawari Guru dan Wartawan Jadi Caleg

JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuka kesempatan kepada kaum buruh, wartawan, guru dan profesional untuk direkrut sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2014.

"PKB akan memberikan porsi calon anggota legislatif pada tahun 2014 sebanyak sepuluh persen untuk kaum buruh, sepuluh persen kepada kaum profesional, sepuluh persen kepada wartawan dan unsur berikutnya adalah guru. Kita ingin anggota DPR mendatang jauh lebih baik dan bermutu," ujar Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar di Jakarta, Minggu (5/6).

Muhaimin juga mengatakan saat ini persiapan PKB untuk tahap verifikasi calon anggota legislatif DPR sudah mencapai 80 persen dan akan segera didaftarkan.

Terkait soal ambang batas keterwakilan parpol di parlemen (parliamentary threshold (PT), PKB mengusulkan sebesar tiga persen.

PKB berharap seluruh peraturan perundang-undangan terkait Pemilu 2014 bisa selesai semua sehingga pemilu berlangsung lancar.

PKB optimistis bisa meraih hasil optimal di Pemilu 2014, terlebih sebuah hasil survei yang dipublikasikan belum lama ini menempatkan PKB di urutan teratas di kalangan partai menengah dan partai berbasis Islam.

Saat ini, menurut Muhaimin, PKB terus melakukan berbagai persiapan menjelang Pemilu 2014, terutama terkait verifikasi kepengurusan partai.

Sementara itu, DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Jawa Timur (Jatim) tidak terpengaruh dengan keberadaan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (PKBI) dan Partai Nasional Demokrat.

"Kami sama sekali tidak terpengaruh dengan kehadiran partai baru, seperti PKBI pimpinan Mbak Yenny (Yenny Wahid) dan Partai Nasdem," kata Sekretaris DPW PKB Jatim, Khoiruddin Abbas, di Surabaya, Minggu.

Dukungan Ulama

Ia menyatakan bahwa PKB pimpinan Muhaimin Iskandar sudah memiliki massa yang mengakar. "Bahkan, lebih mengakar dibandingkan dengan sebelum Pemilu 2009," kata mantan anggota DPRD Kabupaten Tulungagung itu.

Khoiruddin mengungkapkan bahwa sejumlah ulama NU yang sebelumnya turut membesarkan PKB telah menyatakan dukungannya kembali kepada partai yang didirikan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 1998 itu.

"Kiai-kiai yang dulunya bergabung dengan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) sudah mulai banyak yang bergabung dengan kami," katanya.

Menurut dia, kembalinya ulama, pengasuh pondok pesantren, dan kader NU ke PKB berjalan secara alamiah setelah mereka menyadari bahwa "rumah" mereka yang sah adalah PKB.

Oleh sebab itu bagi PKB, keberadaan PKBI dan Partai Nasdem bukan sebagai ancaman yang serius. PKBI didirikan oleh salah satu putri almarhum Gus Dur, Yenny Wahid, sedangkan Partai Nasdem Jatim dipimpin Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin yang dulunya kader PKB. (Victor AS) (sumber: Suara Karya)
Share:

Rabu, 18 Mei 2011

PWNU Jatim Ikut Berantas Pengangguran di Jawa Timur

Surabaya - Gerakan penanggulangan pengangguran semakin meluas. Bahkan berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan salah satunya adalah Nahdlatul Ulama ikut terlibat untuk mengentas pengangguran di Jawa Timur.

"Pemerintah memang menjadikan ormas dan organisasi keagamaan sebagai mitra strategis untuk kegiatan ini," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar pada saat penandatanganan kerjasama Kemenakertrans dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Surabaya Jatim, Selasa (17/5/2011).

Penandatanganan kerjasama yang dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Aqiel Siradj ini akan mendorong upaya penanggulangan pengangguran pada beberapa lapisan masyarakat selain pesantren dan sekitarnya yaitu pedesaan, perempuan, calon dan keluarga TKI serta TKI purna.

Kegiatan yang akan dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota di Jatim ini meliputi beberapa kegiatan yaitu padat karya, teknologi tepat guna, pelatihan kewirausahaan, pembinaan desa produktif, rumah terampil, bantuan peralatan, bantuan wirausaha dan sejumlah CSR (corporate social responsibility).

"Organisasi keagamaan seperti NU ini patut diberikan kesempatan untuk bisa bersama-sama melakukan pengabdian pada bangsa dan negara melalui penanggulang pengangguran. Sebagian besar warga NU itu memang kelompok sasaran dari kementerian yang saya pimpin. Banyak diantara mereka yang menjadi buruh dan TKI," ujar Menakertrans.

Kerjasama Kemenakertrans di Jatim, selain dengan NU, juga membidik kelompok-kelompok strategis lainnya seperti pesantren, kelompok buruh, TKI, pemuda dan mahasiswa. "Kalau pengangguran berkurang di Jatim maka akan berdampak secara positif pada percepatan ekonomi di Kawasan Indonesia Timur. Saya mengajak masyarakat Jatim memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya," tambah Muhaimin yang sering disapa Cak Imin, sambil menyebut besarnya bantuan penanggulangan pengangguran di Jatim ini bernilai sekitar Rp 26 Miliar.

Selain itu, Kemenakertrans juga menandatangani kerjasama pelatihan untuk generasi muda agar memiliki keterampilan kerja yang handal dan siap memasuki dunia kerja. "Ini juga prioritas kerja saya yaitu generasi muda yang tidak mampu tapi memiliki tekad kuat untuk bekerja dapat mengikuti pelatihan kerja yang kita sediakan ini," tutup Cak Imin.

Menurut data terakhir yang dirilis Badan Pusat Statistik menunjukkan hingga Februari 2011, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 8,12 juta orang.Jumlah ini turun dibandingkan data per Agustus 2010 yang tercatat 8, 32 juta (7, 14) persen dari jumlah angkatan kerja 116,5 juta orang..

Dijelaskan Muhaimin, pada tahun 2011 ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menargetkan penempatan tenaga kerja dalam negeri sebanyak 2,47 juta orang dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 6,1 %.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqiel Siradj menyampaikan bahwa upaya besar Kemenakertrans ini patut disambut dengan antusiasme. "Sudah lama masyarakat bawah merindukan pemerintah yang bukan saja peduli tapi langsung terjun dan mendorong masyarakat bangkit. NU selalu siap untuk bekerjasama demi kemaslahatan bangsa dan negara," kata KH. Said Aqiel Siradj.(bdh/bdh)(Sumber: detikSurabaya)
Share:

Said Aqil Minta Konflik NU-PKB Dilupakan

Surabaya - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj meminta konflik yang pernah terjadi antara NU dengan PKB untuk dilupakan, karena konflik itu tidak akan menguntungkan siapapun.

"Tantangan di luar cukup banyak, karena kelompok radikal teologi sudah mulai ada yang menjadi radikal teroris, mulai dari Wahabi, Salafi, dan banyak lagi," katanya di Surabaya, Selasa malam.

Ia mengemukakan hal itu dalam sambutan pada kerja sama pelatihan ketenagakerjaan di pesantren di Gedung PWNU Jatim yang dibuka Menakertrans HM Muhaimin Iskandar MSi yang juga Ketua Umum DPP PKB itu.

Menurut dia, untuk menghadapi gerakan radikalisasi yang mulai berani itu diperlukan persatuan dan "tasamuh" (saling pengertian) di lingkungan NU.

"Kalau dulu konflik ya lupakan. Ibarat suami-istri itu, mungkin kita pernah bertengkar, tapi kebersamaan harus tetap dibela sampai mati, karena kita harus mementingkan anak dan cucu," katanya.

Bahkan, katanya, kebersamaan itu lebih banyak menguntungkan daripada konflik, apalagi kalau konflik dengan semuanya yakni istri, anak, dan cucu, tentu akan lebih menyusahkan.

"Misalnya, kerja sama kali ini tentu ada untungnya, kalau tidak (untung) pun tidak akan sampai merugikan," katanya, sambil tersenyum kepada Wakil Rais Syuriah KH Agoes Ali Masyhuri dan Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah.

Ketika dikonfirmasi tentang dukungan kepada PKB setelah acara usai, Said Aqil menegaskan bahwa PKB itu dilahirkan tim 5 yang merupakan para tokoh NU.

"Saya dan almarhum pak Rozy Munir juga pernah ikut merumuskan," katanya.

Ditanya rencana Yenny Wahid mendirikan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (PKBI), ia mengatakan PKBI itu belum lahir.

"Ada, tapi 'kan belum (didaftarkan) resmi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Muhaimin menjalin kerja sama dengan PWNU untuk pelatihan ketenagakerjaan di pesantren dan rencana pengiriman santri untuk magang di Jepang.

Sebelumnya, Muhaimin menghadiri walimatul khitan dari putra pengurus DPP PKB HM Anwar Rachman SH MH yakni Azmy Hawari Sunny AR di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. (Sumber: Antara)
Share: