Tampilkan postingan dengan label Pemilu Kada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemilu Kada. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Januari 2018

Musyawarah Kerja DPC PKB Tegaskan Dukungan ke Margiono sebagai Cabub

TULUNGAGUNG – DPC PKB Tulungagung gelar Musyawarah Kerja di hotel Narita. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu (6/1/2018) dihadiri pengurus DPC beserta banom-banom, dan seluruh Pengurus Anak Cabang se Kabupaten Tulungagung.

Dalam sambutanya, Adib Makarim, selaku ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Tulungagung mengatakan, PKB yang notabenenya partai yang lahir dari NU, menduduki peringakt ketiga di Kabupaten Tulungagung setelah PDIP dan Gerindra.

“Perlu kita ketahui bersama, bahwa PKB di Jawa Timur adalah partai pemenang di antara semua partai. Tapi di kancah nasional, masih masuk jajaran 5 besar,” ungkapnya mengawali sambutannya.

Penduduk Indonesia ada 200 juta lebih. Umat NU sekitar 90 juta pemilih, dan PKB masih memperoleh 10 juta suara. Termasuk di Tulungagung, PKB memperoleh urutan ketiga.

Wakil Ketua DPRD Tulungagung ini berharap wakil-wakil yang ada di DPR lebih banyak. nantinya PKB yang menyuarakan aspirasi warga Nahdiyin yang merupakan mayoritas di Tulungagung. Dia juga memanggil kader-kader terbaik NU di Desa dan Kecamatan mulai hari ini cari calon legeslatif.

“Kita ingin wakil-wakil yang ada di Tulungagung ini muncul dari kader-kader NU, Anshor, IPNU, IPPNU, Fatayat, PMII atau para pengurus NU. Kami tidak puas kalau fraksi ini hanya ada 6 orang saja ujarnya

Dalam musyawarah kerja ini PKB juga menegaskan dukungannya kepada Margiono, "Diforum kali ini kita juga telah menegaskan untuk calon Bupati Tulungagung kita Mendukung, Memenangkan dan Mensukseskan Beliau Bapak Margiono, istilahnya DDC Do'a, Dukung, Coblos. pungkasnya diakir acara [JATIMTIMES]
Share:

Kamis, 16 Agustus 2012

Dapat Nomor 9, Pertanda Baik Buat PKB

Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi telah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai peserta Pemilu 2014.

Pendaftaran dilakukan secara langsung oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa, H Imam Nahrawi di damping Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB Andi Muawiyah Ramly, serta sejumlah pengurus partai.

Dengan membawa empat boks berkas yang dibutuhkan guna persyaratan pendaftaran, KPU menyatakan PKB sebagai partai kesembilan yang mendaftar sebagai peserta Pemilu 2014.

“Syukur Alhamdulillah PKB menjadi partai kesembilan yang datang ke KPU untuk mendaftarkan diri. Ini semua saya yakini berkah Ramadhan yang PKB dapatkan, semoga ini semua mejadi kebaikan buat PKB kedepan,” ungkap Imam di Jakarta, Rabu (15/8/2012).

Angka sembilan ini, kata Imam, memiliki makna spesial. Yaitu isyarat kebaikan karena dalam simbol PKB juga terdapat sembilan bintang yang menandakan partai tersebut dekat dengan para kiai dan ulama serta ajaran ahlusunnah wal jamaah.

Dikatakan oleh Imam, kedatangannya ke KPU sebagai salah satu upaya untuk melakukan pendaftaran sebagai syarat agar PKB dapat mengikuti Pemilu 2014. “Kedatangan PKB ke KPU sebagai upaya untuk melakukan pendaftaran agar PKB dapat terdaftar dan dan dapat diverifikasi lebih lanjut guna menjadi peserta Pemilu 2014 mendatang,” terang anggota Komisi V DPR RI itu.

Lebih lanjut, Imam mengatakan, PKB akan mengikuti semua aturan yang dibuat oleh KPU serta akan taat dan tunduk dengan aturan-aturan yang ada. Dalam kaitan ini, PKB memberikan respons positif kepada KPU agar menjadi penyelenggara Pemilu yang amanah, sidik, fatonah, dan bersih dari segala intervensi apa pun.

“PKB akan bersifat kooperatif dan akan memenuhi segala aturan yang telah menjadi ketentuan dari penyelenggara pemilu, dan juga memberi applause kepada KPU yang terus menata dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang pernah terjadi,” terang Imam.

Kedatangan Imam dan rombongan pengurus PKB diterima secara langsung oleh Ketua KPU Husni Kamil. Dalam kesempatan tersebut, Husni dan Imam Nahrawi saling berjabat tangan dengan akrab serta berbincang-bincang terkait dengan pendaftaran PKB menjadi peserta Pemilu 2014.

“Mohon maaf kedatangan kami telat karena kami baru saja melepas 5.000 pemudik,” ucap Imam.

Terkait dengan Pilpres, Imam mengatakan saat ini belum tepat untuk mengatakan hal itu saat ini PKB masih berkonsentrasi untuk proses verifikasi dan konsolidasdi secara simultan, bicara keoptimisan, PKB sangat optimis dapat meraup 10 pesen dari total suara,

"Kita masih konsentrasi penuh terkait verfikasi dan Pilpres dan mengawal KPU untuk menghasilkan pemilu yang lebih baik," tutupnya. (lie)

Sumber: dpp.pkb.or.id | Rab, 08/15/2012
Share:

Minggu, 13 Mei 2012

Ketua Umum DPP PKB Buka Acara Bimtek DPRD Jatim

Jakarta – Adanya Permendagri No. 57 Tahun 2011 tentang penguatan tugas DPRD kabupaten/kota yang dipandang perlu dan sangat penting, maka Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) yang bekerjasama dengan Dewna Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa timur menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan orientasi serta pendalaman tugas bagi anggota DPRD nya untuk wilayah provinsi Jawa Timur.

Tertuang dalam Permendagri No. 57 Tahun 2011 tersebut, bahwa Sekretaris Dewan (Sekwan), Parpol Dan Perguruan Tinggi dapat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek),

Acara yang digelar di Twin Plaza Hotel, Jl. S Parman Kav. 93 – 94, Jakarta Barat tersebut dilaksanakan selama empat hari, yang dimulai dari tanggal 7 – 10 Mei 2012 tersebut mengusung tema, “Menyusun APBD-Perubahan Pro-Rakyat.”

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Ketua Umum DPP PKB H. A Muhaimin Iskandar, yang didampingi oleh Sekjen DPP PKB H. Imam Nahrawi, Ketua DPW PKB Jatim Drs. H Abdul Halim Iskandar, Mpd,

Selain itu juga tampak hadir dalam acara tersebut Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPR RI Marwan Ja’far, Ketua Komisi VIII DPR RI Hj, Ida Fauziyah, dan Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPP PKB Syaifullah Ma’sum.

Dalam sambutannya Ketua Umum DPP PKB yang juga menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) tersebut mengatakan, bahwa Bimtek tersebut dipandang sangat penting untuk membangun kekuatan politik yang pro rakyat, hal tersebut dikarenakan , politik merupakan senjata untuk menghadapi segala situasi yang dipandang sangat sulit, mengingat bahwa aktivitas politik dari jaman ke jaman selalu dipandang sebagai sebuah kondisi yang sangat logis.

“Kakek saya,ayah saya, sama sekali tidak ada yang bercita-cita untuk menjadi politisi namun pada kenyataanya, hal itu malah berkembang menjadi sebuah kekuatan politik. Dari kekuatan politik itulah ayah saya tidak pernah mengikuti kuliah politik, beliau hanya mondok dan ngajar ngaji namun dari situ menjadi kekuatan politik, hal ini sangat perlu karena kita berangkat dari sana yakni dari nilai spiritual belaka namun dilandasi oleh tahapan-tahapnnya. Saya yakin bahwa kiai bisri, Kiai Wahab dan kiai Hasyim, dalam menghadapi situasi yang mana mengharuskan untuk berpolitik karena politik adalah kondisi logis. Nah dari situlah yang disebut dengan pro rakyat, APBN , UU bergantung kepada jiwa yang melingkupi pada roh perjuangan”.

Ditegaskan oleh Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin, bahwa kita sebagai generasi muda memang memiliki potensi dan kesempatan untuk melakukan aktivitas politik guna memperjuangkan kepentingan rakyat bersama-sama.

“Hari ini kita hadir dan berkesempatan untuk turut mewarnai dunia politik di Indonesia, saat ini adalah era yang sangat kritis apalagi usia reformasi mulai setengah massa, saat ini adalah era dimana kita mempunyai kesempatan untuk ikut mewarnai dalam percaturan kebangsaan. Yang ingin saya kemukakan dari pemetaan sosiologis yang kokoh, kondisi sosiologis yang ketaatan yang tinggi, namun ketaatan yang lebih kepada perkembangan yang tinggi, ditengah perubahan itu belum ada solusi dari keterpecahan dan belum terkelola dengan modern”.

Cak Imin mencontohkan terkait dengan perubahan dan perkembangan modernisasi yang belum terkelola dengan baik dan masih dipandang sebelah mata.

“Contohnya Laziz NU adalah kekutan modern yang paling lemah. Sebuah solidaritas yang terancam dalam NU. Saya hanya ingin menarik sedikit kebelakang bahwa apa yang kita lakukan bukanlah sesuatu yang bebas nilai namun berkaitan ekonomi yang masih berada pada nilai marginal”.

Kembali Cak Imin mengaskan bahwa PKB akan selalu siap untuk mengawal perubahan ekonomi dan politik yang lebih pro rakyat terkait dengan diberlakukannya perubahan ekonomi dan APBN serta APBD,

Selain itu, Cak Imin juga mengajak kepada seluruh politisi PKB untuk dapat membangun kekuatan politik yang lebih kuat guna menuju perubahan demi kesejateraan rakyat, tentunya dengan usaha dan do’a.

“Perubahan APBN dan APBD akan terus kita dorong, PKB punya kans untuk hal itu, karena PKB belum menjadi kekuatan dalam satu kekuatan. Problemnya adalah, kita harus mempunyai kekuatan yang sama dan solid. Oleh karena itu mari kita sampaikan pada rakyat, bahwa kami akan siap untuk mengelola negara ini, bila PKB diberi kesempatan. Antara takdir dan doa usaha berada diposisi tengah. Kita harus mulai berfikir bahwa PKB tidak hanya mengurus pemilu saja, akan tetapi juga mulai berfikir tentang keadaan. Saya berfikir tidak boleh kedepannya nanti APBN dan APBD kita tidak dapat dinikmati oleh masyakat.”

Cak imin menilai, bahwa kekuatan partai harus disusun lebih kuat, dan inti dari kekuatan partai adalah kuatnya struktur partai.

” Kekuatan ujung tombak kita ada di struktur partai. Saya sudah minta kepada ketua DPW dan dilanjutkan DPC minimal ada 10 mubaligh yang terbaik di kabupatennya. Karena pada sisi tersebut kekuatan struktur dan kultural menjadi kekuatan yang sangat kuat bagi PKB.” pungkasnya.

Dalam acara tersebut dibuka secara simbolik oleh Ketua Umum DPP PKB dengan pemukulan gong. Bimtek tersebut diikuti oleh peserta yang semuanya adalah anggota DPRD dan DPC PKB jatim, Dengan peserta sebanyak 256 yang berasal dari seluruh provinsi,kota dan kabupaten yang ada di Jatim. (vie/lie)

Sumber: http://www.dpp.pkb.or.id | Jumat, 11/05/2012
Share:

Selasa, 28 Juni 2011

Pemilukada Tulungagung Januari 2013

Tulungagung - Hampir bisa dipastikan perhelatan Pemilukada Kabupaten Tulungagung bakal berlangsung pada Januari 2013 mendatang. Tidak dimajukan pada Bulan Desember 2012 seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Ketua KPU Tulungagung, Suyitno Arman SSos pada Bhirawa, Senin (27/6), mengungkapkan hari pemungutan suara Pemilukada setempat tahun 2013 bakal dilakukan pada Bulan Januari.
"Kami perkirakan dan ini hampir pasti Januari 2013 sudah bisa dilakukan pemungutan suara," ujarnya.
Suyitno Arman yang biasa disebut dengan nama singkat Arman tersebut membeberkan hari H Pemilukada Tulungagung tahun 2013 tidak mungkin dipercepat pada Bulan Desember 2012. Kendati memang pemungutan suara Pemilukada tahun 2013 dilakukan lebih cepat dibanding tahun 2009 yang dihelat pada Bulan Maret.
"Kalau dilakukan Bulan Desember 2012 sepertinya tidak mungkin. Ini terkait pula dengan anggaran. Anggaran di APBD kan cairnya mulai awal tahun untuk yang 2013. Karena itu hampir bisa dipastikan pemungutan suara di lakukan pada Bulan Januari," paparnya.
Sebelumnya, Arman memberi alasan mengapa pelaksanaan Pemilukada Tulungagung tahun 2013 dilaksanakan relatif lebih cepat jika dibanding Pemilukada tahun 2009 lalu. "Kami menghitung kemungkinan ada gugatan ke MK (Mahkamah Konstitusi) oleh calon peserta Pemilukada. Selain dimungkinkan dilaksanakan dua putaran sebelum acara pelantikan pada Bulan April 2013," paparnya lagi.
Arman yang alumni Universitas Airlangga (Unair) Surabaya juga menyatakan kesiapan seluruh anggota KPU setempat dalam perhelatan Pemilukada yang hanya tinggal setahun lagi. "Dalam tahun ini kami akan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemkab terkait DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu)," tambahnya.
KPU Tulungagung, lanjut dia, memperkirakan jumlah penduduk Tulungagung saat pelaksanaan Pemilukada tahun 2013 mencapai 1,2 juta jiwa. Sedang jumlah pemilihnya sebanyak 950 ribu jiwa.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemkab Tulungagung, Drs Eko Sugiono MM ketika dikonfirmasi menyatakan kesiapannya jika sewaktu-waktu KPU menginginkan data DP4. "Kami mulai sekarang sudah siap. Kapan pun KPU membutuhkan data DP4 akan kami serahkan," katanya.
Eko Sugiono memperkirakan jumlah penduduk Tulungagung pada saat Pemilukada tahun 2013 hanya berjumlah 1,1 juta jiwa. Turun dari perkiraan 1,2 jiwa. Alasannya, pelaksanaan Pemilukada usai Tulungagung memberlakukan KTP elektronik (e-KTP) pada tahun 2012. [wed] (sumber: Bhirawa)
Share: